"Hasil pemantauan, ada 125 titik rawan longsor di Situbondo dan sebagian wilayah perbatasan dengan Bondowoso. Selain meminta warga untuk waspada, kami juga terus mengambil langkah strategis," kata Abdul Gani, Humas KPH Perhutani Bondowoso, Rabu (3/2/2016).
Pengamatan detikcom, sebagai peringatan dini (early warning system) rawan longsor, hari ini sekitar 30 personil gabungan dari unsur Perhutani KPH Bondowoso dan aparat kepolisian melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Di antaranya titik-titk rawan longsor yang ada di kawasan hutan Desa Campoan Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo.
"Kami meninjau karena khawatir banjir kemarin juga menyebabkan longsor di kawasan hutan. Ternyata longsor tidak ada," papar Abdul Gani.
Namun sebagai bentuk kesiap-siagaan ancaman bencana longsor, pihak Perhutani KPH Bondowoso kini membentuk tim Pusdalops yang disebar ke seluruh BKPH di wilayah Situbondo dan Bondowoso. Tim ini akan terus siaga, khususnya selama perkiraan cuaca masih dinilai mengkhawatirkan karena curah dan intensitas hujan yang masih tinggi.
"Tim Pusdalops ini akan terus siaga selama 1 x 24 jam. Jadi jika terjadi bencana longsor, mereka bisa langsung bergerak. Sehingga penanganan dipastikan lebih cepat," pungkas Abdul Gani. (fat/fat)











































