Rumah Aspri Anggota DPRD Jatim Dibobol Maling

Rumah Aspri Anggota DPRD Jatim Dibobol Maling

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 18:15 WIB
Mojokerto - Rumah Ahmad Afifudin (24), asisten pribadi (Aspri) anggota DPRD Provinsi Jawa Timur di Dusun Kendalsari, Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dibobol maling, Selasa (2/2/2016).

Perhiasan emas dan 2 buah laptop senilai sekitar Rp 45 juta raib digondol pelaku. Afifudin mengatakan, aksi pencurian itu baru diketahui sekitar pukul 09.00 Wib. Saat itu dia yang akan berangkat kerja ke Surabaya dikejutkan dengan kondisi kamar orang tuanya yang dalam kondisi acak-acakan.

Benar saja, saat dia mengecek ke dalam kamar orang tuanya, sejumlah barang berharga yang disimpan di almari pakaian ternyata raib. Yakni satu kotak perhiasan emas dan sebuah laptop. Sementara sebuah laptop lainnya yang berada di atas meja kamar juga raib.

"Yang hilang satu kotak perhiasan emas dan 2 buah laptop. Nilainya sekitar Rp 45 juta," kata anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Ahmad Syahroni (49) dan Uswatun Hasanah (47) ini kepada wartawan.

Afifudin menduga aksi pencurian ini terjadi antara pukul 07.00-09.00 Wib. Pasalnya, pada jam itu kedua orang tuanya sudah berangkat bekerja. Begitu pula kedua adik kandungnya sudah berangkat ke sekolah. Sementara Afifudin yang bekerja sebagai aspri anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim dari Fraksi Demokrat, Samwil masih tidur di kamarnya.

"Kemungkinan pelakunya masuk ke dalam rumah saat saya masih tidur. Dengan cara memanjat tembok samping rumah setinggi 8 meter. Kemudian mencongkel jendela dan teralisnya kamar orang tua saya," jelasnya.

Atas musibah yang dia alami, pria yang juga menjabat Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Puri ini telah melapor ke Polsek Puri.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Puri AKP Airlangga Pharmady mengaku telah melakukan olah TKP setelah menerima laporan. Menurut dia, pelaku masuk ke dalam kamar korban dengan mencongkel jendela dan teralis kamar. Terdapat kerusakan pada kunci jendela dan teralis kamar korban.

"Kami belum bisa menentukan jumlah pelaku. Ada jejak kaki di halaman sebelah rumah yang diduga jejak pelaku. Tapi di dalam tidak ada jejak kaki. Sementara tetangga tidak melihat orang asing pagi tadi. Akan kami dalami kasus ini untuk menangkap pelakunya," tuturnya. (fat/fat)
Berita Terkait