Razia Teroris dan Narkoba, Polisi Malah Pergoki Pasangan Mesum

Razia Teroris dan Narkoba, Polisi Malah Pergoki Pasangan Mesum

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 07:40 WIB
Razia Teroris dan Narkoba, Polisi Malah Pergoki Pasangan Mesum
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Mengantisipasi pergerakan teroris dan peredaran narkoba, polisi di Situbondo melakukan razia. Sasarannya, sejumlah tempat kos dan hotel di sekitar wilayah kota Situbondo. Hasilnya, meski tidak menemukan teroris maupun narkoba, namun polisi mendapati beberapa pasangan selingkuh di dalam kamar sebuah hotel, di tepi jalan raya Kecamatan Panji.

"Untuk pasangan di luar nikah yang kita dapatkan di hotel, hanya kami data dan diberi pembinaan di tempat. Karena sasaran razia kita adalah teroris, bahan peledak dan narkoba," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo, Selasa (2/2/2016) dini hari.

Pengamatan detikcom, razia melibatkan puluhan personel dari Satuan Sabhara, Lantas, Reskrim, Satuan Intelkam dan Unit Propam, Senin (1/2) malam. Petugas yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Hariyono dan Kasat Reskrim AKP Riyanto, angsung bergerak menyisir sejumlah tempat kos dan hotel. Selain memeriksa kelengkapan identitas para penghuni, polisi juga menggeledah barang-barang dalam kamar kos dan hotel.

Di antara tempat kos yang dirazia, adalah tempat kos di Jalan Anggrek Kelurahan Patokan dan tempat kos di Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo. Usai dari tempat kos, polisi langsung melanjutkan penyisiran ke hotel-hotel. Saat merazia Hotel Wisata Indah di Kecamatan Panji itulah, polisi memergoki pasangan di luar nikah.

Untuk menyamarkan, beberapa pasangan mesum itu membawa masuk sepeda motornya ke dalam kamar hotel. Namun polisi tetap menggedor pintu kamarnya. Tahu polisi yang datang, mereka pun langsung kelabakan. Termasuk saat petugas memeriksa identitas dan barang bawaannya.

"Tidak ada barang mencurigakan yang kami temukan. Ke depan razia ini akan terus diintensifkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan. Khususnya terorisme dan peredaran narkoba," papar Ipda Nanang Priambodo. (fat/fat)
Berita Terkait