Takut Banjir Susulan, Warga Pasang Tangkis Darurat Berbahan Bambu

Takut Banjir Susulan, Warga Pasang Tangkis Darurat Berbahan Bambu

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 01 Feb 2016 14:44 WIB
Takut Banjir Susulan, Warga Pasang Tangkis Darurat Berbahan Bambu
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Ancaman banjir bandang susulan masih menghantui warga tiga desa di Situbondo. Warga berusaha mengantisipasinya dengan memasang 'tangkis' darurat berbahan bambu dan papan kayu. Tangkis darurat itu dipasang di depan rumah-rumah warga yang terancam terkena dampak luapan banjir bandang susulan.

"Ini antisipasi banjir susulan, pak. Kalau tidak dipasang bambu atau papan begini bisa jebol lagi. Karena banjirnya kan juga bawa material batu dan balok-balok kayu," ujar Afan, warga Desa Selowogo Kecamatan Bungatan, Senin (1/2/2016).

Pengamatan detikcom, sehari pasca banjir bandang yang menyapu tiga desa di Kecamatan Bungatan, berbagai upaya penanggulangan langsung dilakukan. Unsur Muspika setempat bersama TNI-Polri, BPBD dan Tagana Dinas Sosial Situbondo turun tangan melakukan bakti sosial.

Termasuk menutup tangkis-tangkis ambrol dengan bebatuan sungai. Langkah tersebut mengantisipasi banjir bandang susulan yang masih cukup mengancam. Diantaranya, karena ke depan intensitas dan curah hujan diprediksi masih cukup tinggi.

"Ada 3 alat berat yang diturunkan hari ini. Satu dari Dinas Bina Marga dan Pengairan kabupaten, 2 lainnya dari Dinas Bina Marga Propinsi. Sementara baru penanganan darurat, menutup tangkis ambrol dengan batu. Untuk rencana berikutnya masih akan kita rapatkan," tandas Gatot Siswoyo, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Situbondo.

Tak hanya menutup tangkis ambrol saja. Bakti sosial juga diisi dengan mendistribusikan bantuan paket sembako dan kebutuhan lainnya. Sedikitnya terdapat 154 paket sembako yang dikucurkan kepada para korban banjir di Kecamatan Bungatan. Masing-masing tersebar di Desa Selowogo, Desa Sumberanyar, dan Desa Mlandingan Wetan.

"Selain paket sembako dari Dinas Sosial, tadi BPBD juga menyalurkan bantuan tikar, selimut, dan keperluan lainnya untuk para korban," papar Zainul Arifin, Kepala BPBD Situbondo. (fat/fat)
Berita Terkait