Bus sarat penumpang itu menabrak becak bermotor (bentor), tiang traffick light (TL), dan pohon hingga tumbang. Kecelakaan itu mengakibatkan sopir bus tewas.
Salah seorang saksi mata yang juga pemilik bentor, Kalian (69) mengatakan, bus baru keluar dari Terminal Jombang melaju di Jalan Soekarno-Hatta hendak menuju ke Malang. Tiba di persimpangan Keplaksari, bus yang dikemudikan Sarni (50) asal Desa Mojosongo, Kecamatan Diwek, Jombang itu mendadak oleng ke kiri.
Bus pun melaju tak terkendali menabrak bentor yang sedang menunggu penumpang di lokasi. Bus baru berhenti setelah menabrak pohon dan tiang TL.
"Bus melaju keluar dari terminal menuju arah barat, lajunya tidak kencang. Namun tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak bentor saya," kata Kalian kepada wartawan.
Beruntung saat kejadian, lanjut Kalian, bentor terparkir tanpa penumpang. Sementara dirinya sedang nongkrong dengan penarik bentor lainnya tak jauh dari lokasi. Hanya saja bentor yang satu-satunya sarana untuk menafkahi keluarganya rusak parah tergilas bus.
Sementara tiang TL dan sebuah pohon tumbang akibat diterjang bus. "Sopir bus sedang sakit, usai menabrak dia langsung tergeletak tak sadarkan diri," imbuhnya.
Sementara Kanit Laka Sat Lantas Polres Jombang, Ipda Trisula Hadi memastikan penumpang bus maupun penarik bentor tak ada yang terluka. Hanya saja sopir bus meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Jombang.
"Penyebabnya masih kami selidiki," cetusnya singkat.
Selain merusak fasilitas umum, kecelakaan ini juga mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Jombang sempat macet sepanjang 3 Km. Polisi terlihat sibuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi bangkai bus.
(fat/fat)











































