1.050 Pelajar Lukis Sketsa Bertema Majapahit

1.050 Pelajar Lukis Sketsa Bertema Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 28 Jan 2016 11:55 WIB
1.050 Pelajar Lukis Sketsa Bertema Majapahit
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sebanyak 1.050 pelajar SMA di Kabupaten Mojokerto serentak melukis sketsa peradaban Majapahit, Kamis (28/1/2016). Di samping untuk mengasah kemampuan siswa, melukis massal ini juga untuk menanamkan kecintaan kalangan pelajar terhadap sejarah Majapahit yang kini kurang diminati.

Melukis massal ini digelar di lapangan SMAN Bangsal. Sebanyak 1.050 siswa kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan ini. Dengan selembar kertas gambar dan alat tulis di tangan masing-masing, ribuan pelajar ini terlihat serius menggoreskan pensil mereka di kertas gambar tersebut.

"Tema melukis sketsa massal ini adalah Majapahit dalam sketsa, siswa harus bisa menangkap imajinasi mereka tentang Majapahit dan menuangkannya ke dalam kertas gambar," kata ketua panitia melukis sketsa massal, Sukariyanto kepada wartawan.

Tampaknya melukis sketsa peradaban Majapahit bukan hal mudah bagi para siswa. Terbukti pada 30 menit pertama, sebagian peserta hanya tertegun membayangkan objek yang akan mereka torehkan ke dalam kertas gambar. Tak sedikit pula yang memilih menyontek objek terkait Majapahit dari smartphone mereka.

"Selain untuk mengasah kemampuan siswa dalam melukis sketsa, kegiatan ini juga kami harapkan bisa menumbuhkan kecintaan siswa terhadap peradaban Majapahit yang dulu berjaya di tanah air kita," ujar Sukariyanto.

Dalam melukis massal ini, ribuan peserta diberi waktu selama 2 jam untuk menyelesaikan karyanya. Meski banyak objek yang bisa dituangkan menjadi lukisan, namun mayoritas pelajar memilih objek candi. Seperti Candi Brahu, Bajangratu, dan Candi Wringin Lawang. Selebihnya menggambar Surya Majapahit dan motif batik Majapahit.

Seperti yang dilakukan Maulia Mustafani (17). Siswa kelas XII SMAN Bangsal ini memilih Candi Brahu sebagai ojek lukisannya. Menurut dia, bentuk candi yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan itu unik.

"Candi Brahu memang unik, namun saya kesulitan di detailnya. Belum lagi memberikan arsiran supaya terkesan hidup," ungkpanya.

Maulia tak menampik jika selama ini pengetahuan dirinya tentang sejarah Majapahit masih minim. Dia berharap dengan kegiatan melukis massal ini bisa mengingatkan bahwa kerajaan Majapahit pernah berjaya di nusantara.

"Kerajaan Majapahit sangat besar, peninggalannya perlu dilestarikan. Banyak peninggalan bersejarah dan cerita yang bisa dipetik untuk memajukan Indonesia. Seperti sumpah palapa Gajah Mada yang bisa mempersatukan nusantara," imbuhnya.

Tak hanya sekedar melukis, hasil karya ribuan pelajar ini akan diseleksi menjadi 10 besar terbaik oleh para guru kesenian dari beberapa sekolah. 10 karya terbaik itu akan dipajang dalam sebuah pameran di galeri Warung Rakyat. Selain itu, 3 pelukis terbaik akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai. (fat/fat)
Berita Terkait