Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Mustain, mengapresiasi kepedulian swasta terhadap dunia pendidikan khususnya SMK.
"Apalagi arah dari lulusan sekolah kejuruan mencetak tenaga profesional yang siap kerja dalam dunia industri. Jadi adanya laboratorium ritel diharapkan mereka mengelola keuangan secara nyata dan mengkategorikan barang secara riil di bawah bimbingan pelaku usaha ritelnya secara langsung," kata Mustain di sela penyeraha laboratorium ritel business center Alfamart Class di SMKN 2 Buduran, Senin (25/1/2016).
Bahkan, jelas dia, dengan laboratorium ritel, bisa jadi para siswa kelak bisa membuka usaha ritel sendiri berbekal ilmu yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan Alfamart Class.
"Peningkatan mutu SDM sudah saatnya dilakukan, tak hanya di tingkat perguruan tinggi tapi juga dimulai dari sekolah menengah khususnya yang kejuruan," jelasnya.
Kepala SMKN 2 Buduran Eko Budi Agus Priatna mengatakan, kurikulum pendidikan ritel yang menyasar pelajar SMK salah satu strategi membekali SDM agar lebih siap bersaing. Di SMKN 2 Buduran ada 1.292 siswa dengan 6 program keahlian.
"Hadirnya laboratorium ritel ini diharapkan bisa menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak tentang cara penjualan dan pelayanan terhadap konsumen," imbuhnya.
Eko juga berharap agar para siswa dan siswi lulusan SMKN 2 Buduran memiliki kualifikasi yang dibutuhkan dunia industri untuk meminimalisasi pengangguran.
Hibah laboratorium di SMKN 2 Buduran ini rangkaian kegiatan setelah dilakukan penandatanganan MoU dengan Gubernur Jatim Soekarwo terkait implementasi kurikulum Alfamart Class di 53 SMK di Jatim, 3 Agustus 2015.
Branch Manager Alfamart Sidoarjo Nurcahyo Rahutomo mengatakan, laboratorium ritel ini berfungsi layaknya toko. "Bedanya, ukurannya lebih kecil dan pengelola seutuhnya adalah guru dan murid termasuk strategi pemasarannya. Sistemnya hibah, setiap laboratorium yang dihibahkan nilainya kisaran Rp 50-100 juta," tambahnya.
(fat/fat)











































