Pasien DBD Membludak di Jombang, Empat Anak Meninggal

Pasien DBD Membludak di Jombang, Empat Anak Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 20 Jan 2016 14:19 WIB
Pasien DBD Membludak di Jombang, Empat Anak Meninggal
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Selama bulan Januari 2016, empat anak meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang. Sementara 96 orang lainnya menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Bahkan ada yang dirawat di lorong rumah sakit.

"Sampai tanggal 17 Januari 2016 kami catat ada 4 kematian akibat DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dr Heri Wibowo kepada wartawan, Rabu (20/1/2016).

Korban meninggal adalah Diki Rizal Saputra (8) warga Dusun Ngrandu Desa Morosunggingan Kecamatan Peterongan, Alisa Aqila (3) warga Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek, Andik (12), warga Dusun Dayangan Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro. Sementara korban ke 4 diketahui asal Desa Jombatan Kecamatan Kesamben.

"Penyebab kematian sangat kompleks, kebanyakan sudah dalam kondisi DSS (dengue shock syndrom) saat dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Heri menjelaskan, sepanjang Januari 2016 ini, jumlah penderita yang positif mengidap DBD sebanyak 96 orang. Sementara sepanjang Januari 2015, penderita DBD sebanyak 156 orang dengan 4 penderita meninggal dunia.

Menurut dia, penderita DBD paling banyak berasal dari Kecamatan Diwek, Jogoroto, Sumobito, Peterongan, Ngoro, dan Mojowarno. Virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini banyak menyerang anak usia 7-15 tahun.

"Kami harus berhati-hati. Jika ada peningkatan 2 kali lipat dari 156 pada Januari tahun ini, maka kita bisa masuk kategori epidemologis, bisa masuk ke dalam KLB (kejadian luar biasa). Kami berharap bisa segera turun dengan aksi di lapangan serentak," ungkapnya.

Untuk menekan penularan DBD, Heri berharap warga Kabupaten Jombang aktif melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain dengan gerakan 3M, masyarakat juga diimbau mengoleskan obat anti nyamuk kepada anak-anak mereka.

"DBD sangat sulit diobati dengan belum adanya vaksin dan obat. Sementara nyamuk terus berkembang. Maka harus serentak dengan gerakan PSN. Foging hanya membunuh nyamuk dewasa saja," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait