Para lansia dan balita terpaksa diungsikan di posko Kelurahan Sutojayan. Petugas BPBD Kabupaten Blitar terus keliling mengevakuasi lansia yang memilih bertahan tinggal di rumahnya.
Data yang dihimpun detikcom dari petugas medis mencatat, para lansia yang sudah dievakuasi ke posko pengungsian 24 orang dan 6 balita. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk bertahan.
"Untuk persiapan, selain logistik berupa selimut dan obat-obatan, mulai pagi. Kami dirikan dapur umum yang menyediakan konsumsi sekitar 50 ribu nasi bungkus setiap pagi, siang dan malam," kata Ketua Pelaksana BPBD Kab Blitar, Heru Irawan di lokasi, Selasa (19/1/2016).
Aktivitas warga juga lumpuh total karena terisolasi, karena akses jalan yang tidak bisa dilewati kendaraan.
Sementara untuk kerugian, Lurah Sutojayan hanya bisa menghitung kerugian di 25 hektar sawah yang seminggu ini baru ditanami bibit padi.
"Semoga saja tidak turun hujan lagi, kalau terus terendam, bibit padi membusuk. Kerugian di kisaran Rp 70 sampai 100 juta," kata Sugeng.
Dari pantauan detikcom, mendung tebal sudah bergelayut di wilayah Blitar Selatan. Kekhawatiran luapan air semakin tinggi bisa menjadi kenyataan. Pasalnya tahun ini kerusakan jembolnya tanggul lebih parah dibandingkan tahun kemarin.
"Ada 3 titik tanggul jebol. Di Sungai Unut itu panjang 15 meter dengan kedalaman 3 meter, di Sungai Jambu ada 2 titik masing-masing lebarnya 5 meter," jelas Sugeng.
(fat/fat)











































