Perempuan Bangsa Dorong Kadernya Jadi Bupati dalam Pilgub 2018

Perempuan Bangsa Dorong Kadernya Jadi Bupati dalam Pilgub 2018

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2016 17:35 WIB
Perempuan Bangsa Dorong Kadernya Jadi Bupati dalam Pilgub 2018
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - DPW Perempuan Bangsa (PB) Jatim siap mengantar kadernya maju pilkada serentak 2017 dan 2018. Organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga akan turut andil dalam pilgub 2018.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi perempuan yang ingin menjadi bupati atau walikota pada pilkada serentak di 2018," kata Ketua DPW Perempuan Bangsa Jatim Anisah Syakur seusai Konsolidasi dan Pemantapan DPP-DPW-DPC Perempuan Bangsa Se-Jatim, Sabtu (16/1/2016).

Untuk keperluan itu, DPW akan memfasilitasinya secara serius, baik untuk urusan teknis dan yang lainnya. Akan ada pertemuan-pertemuan untuk meningkatkan kapasitas SDM.Karena itu DPW PB Jatim melakukan konsolidasi untuk memperkuat dan menata organisasi. Semua tingkat akan dibenahi dan ditata ulang agar lebih solid. DPW PB akan merapatkan barisan dan memanaskan mesin politiknya.

"Dalam konsolidasi ini, kami juga sepakat mengajukan Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar untuk maju sebagai calon Gubernur Jatim pada pilgub 2018," lanjut Anisah.

Anisah menambahkan, alasan memilih kakak Muhaimin Iskandar sebagai calon Gubernur Jatim adalah karena kapasitas kepemimpinan Halim yang sudah dikenal. Selain itu, Halim diklaim sebagai orang yang jujur, polos, dan mampu untuk memimpin di tingkat yang lebih tinggi.

"Kami juga ingin Jatim ada perubahan yang signifikan. Semoga dengan dipimpin beliau, propinsi ini makin lebih baik," ujar Anisah.

Anisah sendiri mengakui jika elektabilitas Halim masih rendah. Tetapi elektabilitas seseorang bisa disiasati. Elektabilitas bisa dibentuk agar seseorang bisa meningkat popularitasnya.

Di tingkat dewan Jatim, PKB mempunyai 20 kursi, sebuah jumlah yang bisa sebuah partai bisa mengusung sendiri calon gubernurnya. Apakah nantinya PKB akan berjalan sendiri? Anisah mengatakan langkah tersebut belum tentu akan dilakukan.

"PKB memiliki kursi yang cukup. Tetapi apakah nanti akan berjaan sendiri atau berkoalisi, itu belum bisa kami tentukan. Kami akan membaca situasi terlebih dahulu," tandas Anisah. (iwd/fat)
Berita Terkait