Jalur Proyek SUTET Disoal Pelaku Usaha di Banyuwangi

Putri Akmal - detikNews
Rabu, 13 Jan 2016 16:16 WIB
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Sejumlah investor pabrik dan akomodasi pariwisata di Banyuwangi datangi pemkab melayangkan keberatan terkait proyek saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) lintas Jawa-Bali yang melintas di lahan mereka.

Secara prinsip, kedatangan para investor ini bukan untuk menolak keberadaan SUTET, namun menyodorkan solusi agar jalur perlintasan tower bergeser pada kawasan yang lebih representatif.

"Kita bukan menolak SUTET, tapi jalurnya bisa dievaluasi, ada solusi agar tak merugikan investor. Ini yang kita sampaikan ke Pemkab," kata Humas PT Wongsorejo, Tri Utama ditemui detikcom di Lounge Pemkab Banyuwangi, Selasa (13/1/2016).

Tri Utama mengungkapkan, pihaknya kaget ketika ada petugas tanpa pamit memasang patok untuk tiang pancang SUTET. Melihat koordinat posisi SUTET rencana ada 4 tower yang akan melintasi kawasan pabrik seluas 400 hektar tersebut.

Posisi perlintasan SUTET itu menurut Tri berada di kawasan A yang menjadi pusat kawasan pabrik. Nilai investasinya mencapai Rp 7 triliun dengan target penyerapan tenaga kerja mencapai Rp 10.000 orang. Jika proyek Sutet ini tidak berpindah lokasi maka dipastikan akan mengganggu pembangunan proyek yang direncanakan mulai tahun 2016 tersebut. Pihaknya berharap, Pemkab bisa melindungi investor yang sudah ikut membangun ekonomi di Banyuwangi, apalagi nilai investasinya sangat besar.

PT Wongsorejo dengan tegas menyatakan sangat mendukung proyek listrik ini. Sebab, pihaknya juga membutuhkan tenaga listrik hingga 144 mega volt amper (MVA) untuk operasional kawasan industri. Selain mengadu ke Pemkab, pihaknya sudah melayangkan surat keberatan ke PLN pusat.

"Sutet pembangunan nasional dari PLN dan kawasan industri wongsorejo juga diproyeksikan masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Harusnya sama-sama jalan supaya tidak ada tumpang tindih. Satu sisi kita happy karena ada keterdukungan PLN, tapi satu sisi ekonomi dan estetika kami keberatan,"imbuhnya.

Ungkapan keberatan juga diungkapkan Jeroen Van De Kooij, investor villa resort Bangsring Breeze di Wongsorejo. Dia mengaku jika dua patok tower sutet tepat berada di depan dan belakang villa miliknya. Tak hanya itu, beberapa lahan pribadi milik warga juga dilakukan pengukuran tanpa sepengetahuan dan izin sang pemilik tanah.

Pria asal Belanda ini menyatakan jika posisi tower SUTET ini tidak bergeser ke wilayah aman maka dipastikan bisa mempengaruhi jumlah tingkat hunian di villa miliknya. Selain itu, harga tanah di kawasan tersebut dipastukan akan anjlok dan tidak tidak laku.

"Sekali lagi kami tidak menolak SUTET, kami hanya ingin lokasi tower pindah ke lokasi yang tidak padat penduduk. Padahal di kawasan ini ramai warga dan sudah banyak investor yang akan membangun villa," tegas Jeroen.

Sementara Asisten Administrasi dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Wiyono mengatakan proyek SUTET ini telah direncanakan sejak tahun 1995. Meski proyek SUTET ini melintasi 12 desa di Banyuwangi, sosialisasi PLN terkesan terbatas. Untuk itu pihaknya akan memberikan memediasi para investor serta warga dengan melayangkan surat pada PLN agar meninjau ulang terhadap kajian lintasan jalur SUTET.

"Pemda juga akan bersurat pada PLN pusat. Jadi, warga tak menolak, hanya meminta jalurnya dialihkan dan tak melintasi kawasan strategis. Kami juga berharap jalur SUTET ini bisa dievaluasi lagi dengan mempertimbangkan keluhan warga," pungkasnya.

(fat/fat)