Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto yang memimpin langsung pencabutan patok mengaku sengaja membawa alat GPS yang dibawa DCKTR bertujuan, memastikan patok misterius yang terpasang masuk kawasan konservasi.
"Dari hasil pemetaan dan pengukuran berdasarkan GPS patok patok di Pamurbaya ada di wilayah konservasi," kata Irvan di lokasi, Rabu (13/1/2016).
Pencabutan patok kali ini, petugas penegak perda ini menyewa dua perahu kayu nelayan yang digunakan mengangkut patok yang dicabut.
Iring-iringan perahu karet dan perahu kayu milik nelayan berangkat dari sungai depan Universitas Widya Mandala, Pakuwon City. Untuk tiba di lokasi patok di Pamurbaya, membutuhkan waktu sekitar 90 menit.
"700 Meter sebelum pesisir tepatnya di daratan ternyata ditemukan tumpukan patok yang sepertinya sengaja disimpan di antara tumbuhan mangrove dan itu kita angkut semua," pungkas dia.
Sementara dari pantauan detikcom, beberapa kali perahu harus terhenti karena baling-baling tersangkut sampah. Apalagi, air dangkal karena kondisi perairan sedang surut.
(fat/fat)











































