"Pelaku adalah penumpang yang baru turun dari kereta," ujar Manajer Humasda PT KAI Daops 8 Suprapto kepada detikcom, Selasa (12/1/2016).
Suprapto mengatakan, baik korban dan pelaku adalah penumpang yang baru turun dari KA Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya. KA ini berangkat dari Banyuwangi pukul 22.00 WIB dan tiba di Stasiun Gubeng pukul 04.26 WIB.
"Peristiwanya terjadi saat korban hendak Salat Subuh. Saat sedang berwudhu, pelaku mencuri dompet yang ada di tas korban," kata Suprapto.
Saat melakukan aksi, kata Suprapto, korban yang bernama Rosidah, warga Bondowoso, memergokinya. Merasa aksinya ketahuan, pelaku pun kabur sambil
membawa dompet hasil curiannya. Korban pun mengejar dan berhasil menangkapnya, dan segera menyerahkannya ke polsuska.
"Pelaku susah ditanyai, enggan mengaku. Dompet yang dicuri berisi cincin, KTP, kartu asuransi, dan uang Rp 200 ribu. Pelaku sudah kami serahkan ke polisi," pungkas Suprapto.
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari AKP Nadiar mengaku telah menerima penyerahan pelaku. Nadiar mengaku, pelaku adalah SKR (16), warga Kalideres,
Jakarta Barat.
SKR memang tak membawa identitas apapun. Dia malah membawa KTP milik temannya yang bernama Anindita. Nama Anindita itu tercetak di tiket kereta dan pesawat yang dibawanya.
"Setelah kami selidiki, ternyata pelaku pernah melakukan aksi serupa. Itu diketahui dari satu dompet lain yang ditemukan pada pelaku. Di dalam dompet itu ada KTP bukan milik pelaku," ujar Nadiar.
Aksi itu dilakukan pada 7 Januari 2015 lalu di Stasiun Pasar Turi. Saat itu SKR mencuri dompet milik Rini, warga Sidoarjo. ATM di dalam dompet itu pun dikuras hingga Rp 5 juta.
"Kami sudah menghubungi korban, dan korban membenarkan," tandas Nadiar. (fat/iwd)










































