Tenda Kapolda Jatim Nonton Karapan Sapi di Jember Roboh

Tenda Kapolda Jatim Nonton Karapan Sapi di Jember Roboh

Yakub Mulyono - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2016 15:25 WIB
Tenda Kapolda Jatim Nonton Karapan Sapi di Jember Roboh
Foto: Yakub Mulyono
Jember - Usai melakukan pembukaan lomba karapan sapi nasional di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji menyempatkan diri menonton perlombaan tersebut, Sabtu (9/1/2016) pukul 14.00 WIB.

Anton yang awalnya duduk di lantai bawah, kemudian diarahkan naik ke lantai dua agar lebih leluasa menonton perlombaan. Namun baru beberapa menit Anton duduk, tiba-tiba angin kencang datang. Tenda yang digunakan Anton dan sejumlah tamu penting lainnya, terangkat perlahan-lahan dan roboh.

Beruntung, insiden itu tidak sampai menimbulkan korban. Selanjutnya, Anton segera dievakuasi lagi ke lantai bawah, karena khawatir tenda itu kembali roboh.

"Untung ya tenda itu terangkat pelan-pelan dan ambruk. Ngeri juga saya melihatnya," kata Rully, salah satu penonton yang menyaksikan kejadian itu.

Kejadian tersebut oleh sejumlah penonton diabadikan melalui kamera HP. Meski begitu, insiden ini tidak mengganggu jalannya perlombaan.

Sekadar diketahui, lomba karapan sapi di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember, ini memiliki panjang trek 220 meter. Trek karapan sapi ini disebut-sebut sebagai yang terpanjang di Indonesia. Perlombaan ini rencananya digelar selama 5 hari ke depan.

Dalam sambutan pembukaan, Anton mengatakan bahwa karapan sapi merupakan salah satu budaya Jawa Timur. "Budaya ini harus kita lestarikan yang salah satunya adalah menggelar perlombaan seperti sekarang ini," ungkap Anton.

Dia berharap, nantinya budaya-budaya lain yang ada di Jawa Timur dapat terus dilestarikan sekaligus dijadikan ajang perlombaan. "Hal ini untuk mempertahankan warisan kebudayaan sekaligus mengenalkan budaya itu kepada anak-anak kita," ungkap jenderal asal Jember ini.

Budaya karapan sapi sendiri berasal dari Pulau Madura. Sehingga sejumlah pertanyaanpun muncul, kenapa lomba karapan sapi ini tidak digelar di Madura saja.

"Jember kebetulan saja ketempatan diadakannya lomba ini. Bisa jadi, lomba karapan sapi berikutnya lokasinya di daerah yang lain," tegas Anton. (ugik/ugik)
Berita Terkait