Menkes Apresiasi Program Tulungagung Emergency Medical Service

Menkes Apresiasi Program Tulungagung Emergency Medical Service

Fadly Rahmawan - detikNews
Jumat, 08 Jan 2016 16:33 WIB
Menkes Apresiasi Program Tulungagung Emergency Medical Service
Foto: Fadly Rahmawan
Tulungagung - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam kunjungannya kerjanya di Tulungagung, mengapresiasi program Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS). Program TEMS ini juga dinilai menjadi pelopor layanan keselamatan masyarakat yang layak diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Program TEMS yang dipuji Menkes, terintegrasi dengan kepolisian, unit pemadam kebakaran, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani situasi gawat darurat, baik medis maupun non medis

"Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri, kerjasama antar lembaga menjadi penting, dan system ini layak diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dan kami di nasional akan menjadi  National Command Center nya," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, saat meninjau ruang pengoprasian Tulungagung Emergency Medical Service di RSUD Dr Iskak Tulungagung, Jumat (8/1/2016),

Dalam kesempatan yang sama Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Sp. mengatakan, pelayanan TEMS ini juga memberikan pelayanan pra-hospital, intra-hospital, inter-hospital, tombol kegawatdaruratan medis, maupun tele-medicine.

"Misalnya, jika anak panas tinggi di malam hari, petugas akan memandu tindakan pertama yang bisa dilakukan orang tua di rumah, seperti mengompres atau menggunakan obat yang dimiliki, jadi tidak selalu harus dibawa ke rumah sakit," katanya.

Sejak diluncurkan pada 28 November 2015 lalu, hingga saat ini layanan PSC (public safety center) telah menerima lebih dari 500 panggilan situasi gawat darurat melalui call centre.

"Setiap panggilan telepon dari masyarakat ini juga akan terpantau di layar monitor operator kepolisian, unit pemadam kebakaran, dan BPBD, sehingga dalam waktu cepat operator PSC akan bisa menginstruksikan petugas ke lokasi sesuai keadaan gawat darurat yang terjadi," jelas Supriyanto.

Sementara Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, penggagas program PSC ini mengungkapkan, layanan reaksi cepat yang bekerja 24 jam di RSUD Dr Iskak Tulungagung ini diharapkan bisa meminimalisir resiko keselamatan masyarakat.

Selain mengatasi situasi gawat darurat medis seperti sakit, kelahiran, dan kecelakaan, program ini juga berlaku untuk ancaman lain mulai bencana alam, kriminalitas hingga kekerasan sosial seperti penganiayaan, perkelahian, teror, dan ancaman lain yang terjadi di masyarakat.

"Untuk mempercepat mobilisasi petugas medis, pemerintah telah menyediakan sedikitnya 38 unit ambulance yang terdiri dari 3 ambulance 'advance life support' (ALS), dan 35 ambulance  basic life support (BLS) yang siap bergerak ke seluruh pelosok daerah di Kabupaten Tulungagung selama 24 jam," pungkas Syahri Mulyo. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini