Mahasiswa Jember Demo Tolak Rencana Penambangan Emas

Mahasiswa Jember Demo Tolak Rencana Penambangan Emas

Yakub Mulyono - detikNews
Jumat, 08 Jan 2016 13:07 WIB
Mahasiswa Jember Demo Tolak Rencana Penambangan Emas
Foto: Yakub Mulyono
Jember - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember, berunjukrasa menolak rencana pertambangan di Jember. Dalam unjukrasa di depan kantor Pemkab Jember itu, mahasiswa mendesak agar Pemkab Jember mensterilkan Jember, khususnya Kecamatan Silo, dari rencana aktivitas pertambangan.

"Kabupaten Jember sudah sejahtera tanpa tambang. Jember kaya dengan potensi agraris dan maritimnya," kata Korlap Aksi, Ahmad Suhermanto, Jumat (8/1/2016).

Herman menututurkan, pihaknya sudah melakukan penelitian di Desa Pace Kecamatan Silo. Sebelumnya, sudah dilakukan aktivitas pertambangan di sana selama seminggu. Dampaknya, seminggu kemudian terjadi longsor di kawasan tersebut.

"Kami mengetahui Silo memiliki kekayaan alam berupa emas di dalamnya, tetapi pertambangan di Silo hanya berdampak negatif pada lingkungan dan masyarakatnya. Maka dari itu, kami secara tegas menolak rencana itu," kata mahasiswa FISIP Univesitas Islam Jember itu.

Herman menjelaskan, Silo masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang merupakan kawasan cagar alam. Berdasarkan PP Nomor 20 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional, kawasan yang termasuk cagar alam tidak dapat dialihfungsikan.

"Dengan dibukanya pertambangan di Silo, tentu akan mengubah fungsi dan bentuk kawasan di Silo. Artinya, pembukaan tambang di Silo merupakan bentuk pelanggaran hukum," jelasnya.

PMII Jember berharap agar PJ Bupati Jember, Supaad menolak pertambangan di wilayah yang dikenal dengan sektor perkebunan ini. "Kami meminta Bapak Supaad keluar dan menemui kami di sini," pinta Herman.

Namun, usai berorasi, demonstran ditemui oleh perwakilan Pemkab Jember, Roby Cahyadi. Dia mengatakan, pendapat dari mahasiswa akan ditampung dan akan disampaikan kepada PJ Bupati Jember. "Saya hanya mewakili, karena Bapak Supaad sedang berada di luar kota," katanya.

Merasa kecewa karena tidak ditemui oleh PJ Bupati Jember, mahasiswa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, Pj Bupati Jember, Supaad menyatakan, saat ini sudah ada perusahaan pertambangan yang mengajukan izin untuk melakukan penambangan emas di kecamatan Silo. Perusahaan tersebut adalah PT Aneka Tambang (Antam).

"(Perusahaan) Sudah menghadap ke Provinsi (Jawa Timur) untuk pengurusan izinnya," kata Supaad. (bdh/bdh)
Berita Terkait