"Api pokok padam sekitar pukul 22.30 WIB. Kami mengerahkan 19 unit mobil PMK dan lima unit mobil tangki dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya," ujar Kepala UPTD PMK Surabaya Pusat Ari Bekti Iswantono kepada detikcom, Selasa (8/1/2016).
Meski api pokok padam, kata Ari, bukan berarti api benar-benar padam. Masih ada api-api kecil yang harus dipadamkan. Setelah itu, pembasahan harus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yan tersisa.
"Kalau pembasahan bisa lama, bisa sampai pagi ini," kata Ari.
Ari mengatakan, lokasi yang terbakar mempunyai luas sekitar 16x50 meter. Dan api membakar serta menghanguskan 99 % bangunan. Atap bangunan roboh dan seluruh barang yang ada di dalam gudang tersebut, termasuk mesin diesel pertania, hangus terbakar.
"Kami hanya bisa menyelamatkan sebuah truk. Sementara tiga kendaraan lain di dalam gudang ikut terbakar," lanjut Ari.
Ari menambahkan, untung saja kebakaran besar tersebut tidak merembet ke permukiman penduduk yang padat. Tembok bangunan yang tinggi turut menghalangi api menjilat ke rumah penduduk.
"Tembok lantai 1 setinggi 4 meter, tembok lantai 2 setinggi 6 meter," terang Ari.
Namun petugas PMK juga mendapat kesulitan yakni banyaknya logam yang terbakar. Diterangkan Ari, logam yang terbakar tersebut justru berpotensi menjadi bara yang bisa meletup sewaktu-waktu. Karena itu petugas PMK terus melakukan penyemprotan agar suhu api tidak mencapai titik didih logam-logam tersebut.
"Kalau logamnya mencapai titik didih, maka bisa menjadi semacam kembang tetes. Kalau kena reaksi air maka bisa bertenaga seperti bubuk mesiu," jelas Ari.
Dalam peritiwa tersebut, satu petugas PMK atas nama Rudi (25) mengalami luka. Saat berjuang memadamkan api, Rudi kejatuhan bongkahan bangunan yang membuatnya harus dirawat.
"Sudah dilakukan perawatan," tandas Ari. (fat/iwd)











































