Mereka menuntut agar ada hukuman bagi pejabat yang menyalahgunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi ini. Mahasiswa ini memulai aksinya dengan longmarch ke gedung DPRD Lamongan. Mereka juga membentangkan poster bertuliskan: 'Tindak tegas Aparatur Negara yang Gagal Faham" dan "Mobil Plat Merah di ganti Plat Hitam".
"Banyak mobil dinas berganti dari merah menjadi hitam dan digunakan untuk kepentingan pribadi," teriak Ketua PMII Lamongan, Anik Vidiasari, Kamis (7/1/2016).
Untuk itu, PMII Lamongan menuntut agar petugas yang berwenang. "Berikan Punishment yang bisa memberikan efek jera bagi pejabat yang nakal sehingga tidak di ulang kembali. Revolusi mental harus ditegakkan di pemerintah dan DPRD Lamongan," tegasnya.
Sementara Ketua Badan Kehormatan DPRD Lamongan dari Fraksi Partai Golkar, Hasan Bisri saat menemui mahasiswa menyampaikan terima kasih atas aspirasi dari mahasiswa ini dan menjadikan aspirasi mahasiswa ini sebagai perbaikan terhadap internal DPRD Lamongan dan di pemerintahan.
Hasan Bisri juga meminta agar mahasiswa bersedia memberikan foto atau bukti pemakaian mobil dinas yang berganti warna. Pasalnya, tegas Hasan, bukti tersebut akan bisa dipakai untuk menindak anggota DPRD Lamongan yang masih nakal.
"Saya katakan kalau di lingkungan DPRD masih ada satu dan dua yang masih menggunakan plat hitam akan kita ditegur dan sebagian juga sudah kita tegur dan sudah ada perubahan," tegasnya.
Selain berorasi menyuarakan aspirasinya, puluhan aktivitas ini juga mensweeping kendaraan dinas yang terparkir di gedung DPRD Lamongan. Sayangnya, dalam sweeping mobil dinas anggota DPRD Lamongan ini, mahasiswa tidak menemukan satupun kendaraan dinas yang berganti plat nomor ataupun berganti warna dari merah ke hitam.
Puas beraksi, puluhan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini mendapat kawalan ketat petugas kepolisian Lamongan. (fat/fat)










































