"Jalan alternatif untuk mengurai kemacetan di daerah Buduran, Gedangan, hingga Waru. Jalan yang dikenal dengan sebutan Frontage Road ini sementara terhenti sambil menunggu proses pembuatan peta bidang selesai," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sidoarjo Sigit Setyawan di kantornya, Senin (4/1/2016).
Dari data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum, frontage road sudah dimulai pekerjaannya sajak 2013 lalu. Namun hingga tahun 2014 baru selesai sepanjang 2 Km, dan 2015 telah selesai sepanjang 400 meter.
Untuk jalan yang telah selesai pengerjaannya menurut Sigit, tanah milik perusahaan yang telah dihibahkan ke Pemkab Sidoarjo. "Frontage road yang direncanankan akan selesai dalam lima tahun ini selain melalui tanah warga, PT KAI serta milik 31 perusahaan," jelas Sigit.
"Kami telah melakukan pengukuran bersama dengan BPN Sidoarjo untuk melihat batasan-batasan serta patokan-patokan yang jelas sebagai syarat utama untuk penetapan peta bidang, peta bidang keseluruhannya sebanyak 259 peta bidang, saat ini yang sudah diselesaikan sebanyak 149 peta bidang, kami akan hati-hati dalam proses ganti rugi ke warga atau ke Perusahaan serta ke PT KAI," tambah Sigit.
Masih kata Kepala Dinas PU Sidoarjo Sigit Setyawan, setelah peta bidang selesai diproses, kami akan menunjuk Konsultan appraisal untuk menghitung harga tanah, tidak semua tanah harganya sama, walaupun luas tanahnya sama.
"Kami berharap perusahaan yang belum menghibahkan lahannya untuk meniru perusahaan yang sudah menghibahkan," pungkasnya. (bdh/bdh)











































