Cerita Haru Saat Balita Hydrocephallus 'Banjir' dan Bantuan Pengobatan

Putri Akmal - detikNews
Kamis, 31 Des 2015 14:14 WIB
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Rumah sederhana yang ditinggali Hadiah Ristu Angelia (5), balita penderita Hydrocephalus di Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi hari ini mendadak ramai. Rumah yang biasanya hening, kini ramai didatangi warga yang memberi simpati dan empati pada anak tunggal Hartatik (29).

Wajah polos Hartatik dan ibunya, Ponijah (55), mendadak bingung saat rumah berukuran 4x6 itu didatangi para petugas kesehatan, pejabat desa, komunitas perempuan, ibu Bhayangkari hingga calon bupati terpilih Banyuwangi. Sontak pemandangan ini mengundang reaksi warga sekitar yang ikut bergerombol mendekati rumah yang dikenal berprofesi tukang pijat keliling itu.

Kehadiran mereka selain menjenguk dan memberi bantuan pada balita Hydrocephalus, juga memberi semangat pada sang ibu yang kini menjadi orang tua tunggal bagi Hadiah.

"Bu Tatik harus kuat supaya Diah bisa sehat dan harus berobat ke rumah sakit supaya bisa tahu langkah pengobatan yang sesuai. Harus yakin jika diberi yang terbaik," kata Mince, istri dari Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama kepada Hartatik, saat kunjungan bersama para ibu Bhayangkari Polres Banyuwangi, Kamis (31/12/2015).

Tangis haru pecah seketika saat bala bantuan datang untuk putri semata wayangnya tersebut. Keputusasaan Hartatik ketika sang suami Ristu Nur Hidayat wafat dan vonis putrinya 5 tahun lalu serta keterbatasan biaya pengobatan, menjadi trauma serta tantangan sendiri untuknya.

Hartatik mengakui jika ia sempat mendapat tawaran bantuan pengobatan dari Pemerintah Kabupaten setempat, namun tawaran itu ia tolak karena merasa takut dengan risiko operasi yang tak menentu.

Tak hanya sekali tawaran berbagai bantuan pengobatan bagi putrinya itu ia tolak. Namun kini, hadirnya semangat baru serta kepedulian dari lingkungan yang tak terduga membuatnya bangkit dan memberanikan diri untuk membawa putri kecilnya berobat ke RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Untuk kali kedua, calon Bupati terpilih Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersama istrinya Ipuk Festiandani sengaja bertandang menjenguk si mungil yang akrab dipanggil Diah itu.

"Dulu sudah pernah diajakin ke dokter belum mau sampai sekarang. Karena sayangnya luar biasa ke anak, takut kehilangan. Sekarang ibu mau ya ke dokter? Supaya Diah bisa sehat, sembuh, biasa sekolah. Ya?," tanya Anas kepada Hartatik.

Kabid Bina Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, dr Juwono Sujuswa, menjelaskan, kasus Hydrocephalus yang dialami Diah sudah terlalu lama tanpa penanganan medis yang tepat. Saat ini bobot cairan yang mengendap di tempurung kepalanya beratnya sekitar 5 kg. Meski begitu pengobatan hydrochepallus bagi Diah tetap bisa dilakukan di RSUD Banyuwangi.

Penanganan pengobatan, perawatan serta pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan di otaknya akan dilakukan bertahap mulai pekan depan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Namun menurut dr Juwana tak hanya penanganan medis pada balita Diah saja, pendampingan psikologis serta edukasi kesehatan pada sang ibu juga perlu diberikan.

"Ini sudah terlalu lama, penyebab utamanya dikecilkan dulu. Lalu nanti diberikan trapis motorik sensorik. Dan yang penting kita harus beri edukasi dulu ke orang tua nya, karena dia (Hartatik) takut kehilangan dan merasa trauma," pungkasnya.

Dengan memangku Diah, Hartatik hanya menunduk sambil sesekali mengusap air matanya. Pasalnya, meski pernah menolak tawaran pengobatan dari pemerintah, ia merasa terharu masih diperhatikan sekali lagi oleh calon bupati terpilih tersebut. Sambil meyakinkan diri dan tanpa paksaan, Hartatik menyatakan jika ia mau memeriksakan putrinya ke RSUD Blambangan.

"Insya Allah, Selasa depan saya ke dokter di rumah sakit. Iya mau," pungkas Hartatik sambil memberi botol susu formula pada Diah.

(fat/fat)