Rangkaian istighosah ini sekaligus bentuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kepala Lapas Kelas 1 Lowokwaru, Krismono mengatakan, istighosah ini rutin digelar selama enam tahun. Lapas dipimpinnya juga ada ponpes yang sudah merekrut banyak santri.
Sebelum istighosah, seluruh napi dan petugas lapas mengikuti apel akhir tahun di lapangan belakang. Menurut Krismono, pihaknya akan memanfaatkan secara optimal Ponpes At Taubah yang ada di dalam Lapas.
"Kami akan menggandeng para ulama, agar warga binaan bisa meninggalkan kehidupan sebelumnya," ujar Krismono.
Para santri, jelas dia, akan ditempatkan di blok khusus, yakni blok 15. Harapannya, seluruh napi bisa mengikuti kegiatan pesantren dengan baik.
"Kami ingin yang ikut semakin banyak. Karena hanya dengan iman mereka bisa sadar," ungkapnya.
Pihaknya pun menargetkan tahun depan Lapas Kelas I Lowokwaru bertekad memerangi narkoba. (fat/fat)










































