"Diketahui pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB oleh petugas kebersihan saat hendak membersihkan ruangan," ujar Staf Komunikasi PDTS KBS Veronica Lanu kepada wartawan di KBS, Selasa (29/12/2015).
Veronica mengatakan, ruangan yang dibobol adalah ruang Direktur Keuangan dan SDM. Salah satu lemari di ruangan tersebut dibuka dan isinya yakni arsip dibuat berantakan. Veronica sendiri tidak tahu apakah ada arsip yang hilang.
"Kami tidak bisa mengatakan apakah ada arsip yang hilang atau tidak karena sejauh ini kami belum mengetahuinya. Yang pasti tidak ada barang berharga yang hilang," lanjut Veronica.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi mengatakan bahwa di ruangan tersebut ada barang berharga seperti sejumlah laptop dan TV. Tetapi barang-barang tersebut tidak ada yang hilang.
"Sebenarnya tidak hanya ruang direktur yang dibobol. Tetapi juga ruang rapat dan ruang staf," ujar Agung.
Indikasinya adalah adanya plafon yang jebol di masing-masing ruangan. Namun dari tiga ruangan tersebut, hanya ruang Direktur Keuangan dan SDM yang diacak-acak.
"Pelaku masuk melalui plafon. Ada jejak sepatu juga di tembok dan plafon," lanjut Agung.
Agung menduga bahwa pelaku sebenarnya mengincar uang. Tetapi pelaku tidak menemukan uang yang dicarinya. Untuk dugaan orang dalam, Agung mengatakan kemungkinan itu memang ada. Namun pihaknya masih akan melakukan penyelidikan.
"Masih kami selidiki semua kemungkinan yang ada," tandas Agung. (iwd/fat)











































