Setahun Tragedi AirAsia, 6 Agama Mendoakan Korban QZ 8501

Setahun Tragedi AirAsia, 6 Agama Mendoakan Korban QZ 8501

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 28 Des 2015 17:56 WIB
Setahun Tragedi AirAsia, 6 Agama Mendoakan Korban QZ 8501
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Setahun tragedi AirAsia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura, para keluarga korban bersama manajemen AirAsia Indonesia serta para pejabat di kepolisian dan Basarnas hingga mantan Walikota Surabaya, mendoakan para korban.

Doa bersama ini dipimpin oleh tokoh agama dan menggunakan tata cara doa dari 6 agama. Setiap keluarga korban mendapat setangkai bunga mawar warna putih.

"Tadi berkumpul dan berdoa bersama dan dipimpin tokoh agama. Pembacaan doa dengan cara 6 agama," ujar Imam Sampurno, keluarga dari korban Dona Indah.

Sementara Eka Santosa kerabat dari korban Joe Jeng Fee mengatakan, suasana memperingati setahun QZ 8501 berjalan baik. Pihak keluarga dan manajemen juga saling memberikan sambutan.

"Hanya doa bersama," jelasnya.

Sementara Presdir PT AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko mengatakan, dalam peringatan setahun QZ 8501 ini, selain berdoa bersama, juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Basarnas, Pemkot Surabaya, penyelam, serta para pihak yang banyak membantu dalam penanganan musibah AirAsia QZ 8501.

"Jadi ini merupakan ungkapan terima kasih kami, dalam satu tahun ini kita telah dibantu, sehingga penanganan QZ8501 berjalan lancar," ujar Sunu usai acara doa bersama di gedung Mahameru kompleks Mapolda Jatim.

Ketika ditanya, apa ada dialog antara manajemen dengan keluarga, seperti membahas hasil KNKT hingga kompensasi, serta tuntutan perwakilan keluarga yang tergabung dalam Ikatan Perkumpulan Reformasi Penerbangan Indonesia (RPI).

"Tadi kita tidak membicarakan hal-hal terkait dengan seperti itu," katanya.

"Kita lebih mengarah kepada kesedihan dan ungkapan prihatin kita terhadap kejadian itu," terangnya sambil menambahkan, pihaknya belum tahu apakah kegiatan peringatan tragedi QZ 8501 akan diperingati setiap tahunnya.

"Kita nggak tahu, tapi yang pasti kami dan keluarga menyampaikan ungkapan kesedihan kita terhadap QZ 8501," jelasnya.

Ketika disinggung mengenai hasil KNKT terhadap penyelidikan kecelakaan QZ 8501, Sunu enggan mengomentarinya.

"Saya nggak ingin menanggapi apa yang menjadi laporan KNKT. Karena laporan itu dibuat oleh independen berkompeten oleh pemerintah. Saya tidak ingin mengomentarinya," tandasnya. (roi/fat)
Berita Terkait