Kesiapan itu ditegaskan dalam Deklarasi Pahlawan Ekonomi Surabaya Siap Hadapi MEA di Kaza City, Jalan Kapas Krampung Surabaya, Minggu (27/12/2015).
Ketua Steering Committee PE Bagus Soepomo mengatakan, ke2.640 UKM tersebut telah meningkatkan kompetensi dengan mengikuti bebagai pelatihan, di antaranya packaging, internet marketing, literasi keuangan, dan lain sebagainya.
"Selain itu, sudah 30 produk PE yang telah didesain baru lewat program tata rupa. Produkproduk tersebut yang termasuk 101 produk usaha unggul telah dijual di national distribusi channel (jaringan distibusi nasional) dan siap bersaing di pasar ASEAN," ujar Bagoes.
Bagoes menambahkan, sejak dirilis pada 2010, PE memang memfokuskan pada upaya pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas dan keluarga. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kualitas ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UKM. Dengan kesempatan berkarya yang makin terbuka, pengangguran dan kemiskinan akan makin berkurang.
"Istilahnya Pahlawan Ekonomi menjadi 'mesin kedua' yang menghasilkan pemasukan tambahan bagi keluarga untuk kesejahteraan lebih baik," papar Bagoes.
Tri Rismaharini, wali kota terpilih dalam Pilkada Surabaya 2015 berkesempatan hadir dalam acara tersebut. Risma mengatakan, para pelaku UKM Pahlawan Ekonomi harus mampu berkembang dalam meningkatkan usahanya.
"Para pelaku UKM harus mampu lebih kreatif dan inovatif lagi dengan dapat menciptakan produkproduk yang dapat diterima oleh pasar," ujar Risma.
Risma lalu mengingatkan bahwa ke depan Indonesia khususnya Surabaya akan menghadapi persaingan ekonomi global yakni MEA. Bahkan, Juni dan Juli 2016, Surabaya bakal menjadi tuan rumah UN Habitat III.
Kegiatan internasional itu bakal dihadiri para kepala daerah dari 57 negara di dunia. Untuk itu, Risma berharap para pelaku UKM mampu menunjukkan kualitas produknya.
"Karena produkproduk UKM Surabaya akan kita pasarkan di acara tersebut," beber Risma.
Dalam acara yang diikuti ribuan UKM dan pelaku industri kreatif di tanah air itu, Risma juga mengatakan banyak hal yang bisa diwariskan jika kita menjadi pelaku UKM.
"Selain usaha, kita juga dapat mewariskan ilmu dagang yang bermanfaat bagi anak cucu. Ilmu tersebut dapat menjadi sarana bagi mereka bertahan hidup dan mengembangkan usaha," papar dia.
Ia juga mencontohkan beberapa pelaku UKM yang telah sukses. Risma menujukkan Farida, ibu rumah tangga ini mampu memasarkan produk jilbabnya hingga ke mancanegara.
Farida yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, jika ia mengawali bisnis dari
bawah. "Empat tahun lalu saya ikut Pahlawan Ekonomi, kini saya telah kebanjiran pesanan. Bukan hanya dari lokal, tapi antar pulau, bahkan sampai ke luar negeri. Terakhir saya mendapat pesanan jilbab dan baju gamis dari Yaman," ungkapnya.
Terkait omzet, pada tahun 2015 ini dia mengaku dapat mengumpulkan omzet kurang lebih sebesar Rp 1 miliar. "Kurang lebih ya segitu omzet kami pada 2015 ini," terangnya lantas tersenyum malu.
Pengakuan Farida disambut riuh tepuk tangan ribuan orang yang hadir. Risma
menimpali, jika mau berusaha keras tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Risma sendiri sempat mengunjungi stanstan UKM. Dia mencoba beberapa menu khas nusantara yang disediakan, seperti menu rujak cingur dan es kelapa muda. (fat/iwd)











































