Dalam kunjungan ke Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Mensos bersama rombongan dan beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo blusukan ke desa-desa terdampak abu vulkanik di sekitar Bromo. Mensos meminta agar persiapan tanggap bencana darurat benar-benar memperhatikan aktivitas Bromo.
Mensos juga mempertanyakan adanya bantuan yang dianggarkan pemerintah pusat, apakah sudah tersalurkan ke warga di beberapa desa terdampak bencana Bromo. Selain itu, Mensos Khofifah, menyatakan jika aktivitas semburan asap dari kawah ini memang tidak perlu dikwatirkan, hanya saja ia meminta untuk selalu berhati-hati.
"Meski aktivitas Bromo ini tidak perlu dikwatirkan, namun, warga maupun wisatawan harus lebih waspada, karena bencana itu datang tidak terduga, bisa sewaktu-waktu. Kepada tim bencana tanggap darurat sejatinya selalu terus memantau kondisi ini," kata Khofifah.
Mensos berharap, kedepan aktivitas Bromo dan semburan material yang keluar dari kawah akan mengalami penurunan, sehingga tidak menghawatirkan warga pemerintah dan wisatawan.
Informasi yang dihimpun dari PVMBG pos pantau Cemoro Lawang, aktivitas Gunung Bromo saat ini dilaporkan cuaca cerah, angin sedang, suhu 13 C, asap kelabu sedang-tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap berkisar 1.000 meter dari puncak, tremor amax: 5-31 mm dominan: 11 mm, suara gemuruh dari kawah, dan status tetap siaga. (bdh/bdh)











































