Mensos: Tahun Depan Penerima Program Keluarga Harapan 6 Juta

Mensos: Tahun Depan Penerima Program Keluarga Harapan 6 Juta

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 24 Des 2015 17:19 WIB
Mensos: Tahun Depan Penerima Program Keluarga Harapan 6 Juta
Foto: Hasan Al Habshy/File
Mojokerto - Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI diklaim menjadi satu-satunya program yang mampu mempersempit kesenjangan sosial ekonomi (Rasio Gini) di Indonesia. Untuk itu, tahun 2016 nanti jumlah penerima PKH akan ditingkatkan dari 3,5 juta menjadi 6 juta keluarga.

Hal itu dikatakan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa usai acara kenduri Maulid Nabi Muhammad 1437 Hijriyah di Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (24/12/2015).

"Dari surveinya Bank Dunia yang disampaikan dalam sebuah seminar di istana negara seminggu yang lalu, PKH merupakan satu-satunya program yang mempunyai signifikansi terhadap penyempitan Gini Ratio," kata Khofifah kepada wartawan.

Oleh sebab itu, lanjut Khofifah, tahun 2016 nanti penerima PKH akan diperluas. Jika tahun ini penerima PKH mencapai 3,5 juta keluarga, maka tahun depan akan ditambah menjadi 6 juta keluarga di seluruh Indonesia.

"Program ini akan diperluas di 2016 menjadi 6 juta keluarga. Saat ini baru 3,5 juta keluarga penerima program PKH," ujarnya.

PKH sendiri diberikan Kementerian Sosial khusus bagi keluarga sangat miskin (KSM) di seluruh Indonesia. Setiap keluarga peserta PKH mendapatkan bantuan berupa uang tunai, pelayanan kesehatan gratis, serta pelayanan pendidikan gratis untuk anak usia SD, SMP, dan SMA sederajat.

Tahun 2015 ini, bantuan tetap untuk setiap peserta PKH Rp 500.000 per tahun. Bagi ibu hamil dan menyusui yang usia anaknya di bawah 6 bulan mendapatkan bantuan Rp 1 juta per tahun. Sedangkan untuk biaya pendidikan anak setingkat SD, SMP, dan SMA masing-masing Rp 450.000, 750.000, dan Rp 1 juta per tahun.

Selain menghadiri kenduri massal Maulid Nabi Muhammad SAW dengan 5.000 tumpeng layah, pada kesempatan itu Khofifah juga menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial untuk 50 kelompok usaha bersama (Kube) di Kota Mojokerto.

"Masing-masing kelompok dengan anggota 10 orang senilai Rp 20 juta. Jadi total Rp 1 miliar untuk mendorong usaha mikro di Kota Mojokerto. Bentuknya hibah," tandasnya. (fat/fat)
Berita Terkait