Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang di Desa Pancasila

Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang di Desa Pancasila

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 24 Des 2015 11:40 WIB
Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang di Desa Pancasila
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Ada yang berbeda dengan perayaan Natal tahun ini di desa pancasila yakni Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. Pasalnya, di gereja desa ini kini terpasang 6 pohon natal berhias indah yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang dan barang-barang bekas tak terpakai lainnya.

Laiknya pohon natal lainnya, pohon natal dari bahan-bahan daur ulang dan barang tak terpakai lainnya itupun berhiaskan lampu serta pernak pernik natal lainnya.

Salah satu pengurus Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Balun, Sutrisno mengatakan, ada 6 pohon natal dari bahan daur ulang dan bahan tak terpakai lainnya yang terpasang di gereja tersebut. Enam pohon natal tersebut, kata Sutrisno, merupakan karya para jemaah gereja.

"Semuanya dari bahan daur ulang dan bahan tak terpakai lainnya," kata Sutrisno kepada wartawan, Kamis (24/12/2015).

Sutrisno menuturkan, ide membuat pohon natal dari bahan daur ulang tersebut sebenarnya sederhana. Yakni ingin membuat suasana natal di desa yang terkenal dengan sebutan Desa Pancasila tersebut menjadi lebih berkesan di umat kristiani.

Dari ide ini, lanjut Sutrisno, akhirnya berkembang dengan menggelar lomba yang diikuti oleh kelompok jemaah yang ada di Desa Balun.

"Kegiatan ini dilakukan supaya jemaah lebih kreatif dalam perayaan Natal nanti," ujarnya.

Dari 6 pohon natal, salah satunya pohon natal yang terbuat dari kulit buah lamtoro gung kering yang dihias dengan bola-bola kecil diberi cat sehingga menjadi lebih menarik.

Sementara, ada juga pohon natal yang terbuat dari rangkaian sendok plastik yang dihias dan dipadupadankan dengan gelas air mineral yang juga dicat dan diberi pernik-pernik natal dan juga lampu hias. Ada juga pohon natal yang terbuat dari kardus yang diberi warna dan dihias sehingga nampak menyerupai pohon natal sesungguhnya.

"Semuanya akan kami pajang untuk perayaan Natal 25 Desember nanti," ujarnya.

Sutrisno berharap, perayaan Natal di desa pancasila ini akan semarak dan berjalan dengan khidmat. Desa Balun selama ini dikenal sebagai desa pancasila karena keragamannya.

Bagaimana tidak, di desa ini ada 3 tempat ibadah yang letaknya saling berdekatan, yaitu Masjid, Gereja dan Pura. Warga desanya pun hidup rukun dan damai meski berbeda agama. (fat/fat)
Berita Terkait