Lomba yang terbilang unik ini per kelompok terdiri dari dua orang. Satu orang bertugas memegang tali agar kambing tidak berontak, satu lagi adu kelihaian memerah susu.
Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton menyertai jalannya lomba. Kemeriahan makin memuncak saat para ibu menampakkan mimik wajah yang lucu karena kesulitan dalam memerah. Apalagi saat peserta terkena tendangan kaki kambing, tawa canda penonton langsung pecah.
"Tadi kena tendang sedikit, tapi seru lombanya," kata Nur Khoyimah, salah satu peserta lomba kepada sejumlah wartawan.
Lomba memerah susu ini sengaja dilakukan untuk mengangkat potensi lokal desa setempat, yakni kambing etawa. Selain itu, juga memberikan pemahaman pada kaum ibu akan pentingnya susu untuk kesehatan anak dan keluarga.
"Harapannya, dengan acara ini para ibu bisa dengan rutin memberikan susu kepada anak dan keluarga," jelas Harsono Sidik, ketua panitia lomba.
Di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, memiliki populasi kambing berjumlah 3 ribu lebih. 80 Persen diantaranya adalah kambing jenis etawa. Dengan diadakannya lomba memerah susu, diharapkan mampu mendorong bidang peternakan guna kesejahteraan masyarakat.
Selain digelar lomba memerah susu kambing etawa, acara ini juga digelar lomba sangrai kopi tradisional. Puluhan tungku yang digunakan menyangrai kopi berjejer di sepanjang jalan. Mereka berlomba-lomba menyangrai kopi yang baik dan benar untuk nantinya disuguhkan ke juri. (fat/fat)











































