Salah satu bentuk tidak baktinya anak ke ibu adalah penggunaan narkoba. Sudah banyak kasus ibu yang merasa tersakiti hatinya setelah mengetahui anaknya adalah pecandu narkoba. Di hari ibu ini, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mempersilakan bagi para ibu untuk mengungkapkan unek-uneknya.
Unek-unek itu dituliskan ke atas kain putih yang terbentang panjang. Kain itu dibentangkan di Taman Bungkul.
Kami ingin menggugah ibu-ibu untuk kembali dekat dengan anaknya dan menyampaikan tentang bahaya narkoba," ujar Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti kepada wartawan di Taman Bungkul, Selasa (22/12/2015).
Suparti mengatakan, dari sekitar 400 an pecandu narkoba yang direhab oleh BNNK Surabaya, sebagian jatuh ke lubang narkoba disebabkan karena ketidakpedulian orang tua. Sehingga mereka memilih mencari perhatian lain, salah satunya adalah narkoba.
"Keluarga adalah tempat pertama mendapatkan perhatian. Jangan sampai perhatian orang tua, khususnya ibu tidak dirasakan oleh anak sehingga si anak mencari perhatian lain," lanjut Suparti.
Ternyata tidak hanya kaum ibu yang menulis di atas kain yang terbentang. Perempuan-perempuan muda yang bakal menjadi ibu juga turut menuliskan pesan. Mereka juga menuliskan tentang harapan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam lubang narkoba.
Salah satu tulisan harapan di atas kertas itu adalah 'Pesan bunda: Putra putri ku anak negeri, bangunlah bumi pertiwi tercinta ini ttanpa dan tidak dengan narkoba karena hanya merusak generasi muda yang akan datang. Banggakan dirimu, jangan nakal-nakal, jangan gunakan uang untuk narkoba, nak. Mama ingin kamu jadi anak yang baik dan membanggakan negara.'
"Generasi emas adalah generasi tanpa narkoba. Peran ibu sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak agar lebih bisa bergaul baik, tidak sembarangan memilih teman, dan tidak mencoba hal yang berbahaya seperti narkoba," tandas Suparti. (fat/iwd)











































