"Ini adalah generasi pertama harimau putih yang berhasil kami tangkarkan," ujar Lely kepada wartawan, Selasa (22/12/2015).
Bayi kembar harimau mungil diberi nama Pippo dan Kenny ini memiliki warna dan corak dominan belang hitam dan putih. Warna putih pada harimau putih bukanlah warna albino melainkan variasi warna dari gen resesif dan masih terdapat loreng pada tubuhnya.
Sayang, anak harimau putih berkelamin jantan, Pippo tidak bisa bertahan hidup dan kini hanya tersisa Kenny saja. Penyebab matinya bayi harimau putih berkelamin jantan, menurut Lely, lantaran induknya tidak bersedia menyusui.
"Mereka lahirnya secara normal hanya sayang induknya tidak mau menyusui sampai-sampai Pippo jalannya tidak bisa tegak," ujarnya.
Kelahiran bayi harimau putih ini menunjukkan keberhasilan dalam pelestarian dan pemeliharaan oleh Maharani Zoo karena satwa langka dan terancam punah itu populasinya kurang dari 2.500 ekor di dunia yang dinyatakan oleh Serikat Internasional untuk Konservasi Alam.
"Awalnya di Malang tetapi tidak berhasil kami tangkarkan, tapi setelah dibawa ke sini ternyata berhasil kami tangkarkan," tuturnya.
Sementara menjelang perayaan tahun Baru, Maharani Zoo dan Goa meluncurkan wahana baru bernama Gajah Tunggang yang disediakan sebanyak 3 ekor.
Marketing Maharani Zoo, Dedy Prima menuturkan, dengan didampingi instruktur berpengalaman, para pengunjung diajarkan menjadi seorang penunggang gajah.
Dijelaskan Dedy, selain dapat memberikan sensasi tersendiri, gajah tunggang juga sarat dengan nilai edukasi. Setiap pengunjung diperkenalkan lebih dalam tentang dunia gajah, termasuk pengenalan karakteristik gajah.
"Untuk wahana gajah tunggang kita akan mengambil tema Suku Indian Inca," akunya. (fat/fat)











































