Sebagai imbalannya, para ibu terlantar ini dicuci kakinya oleh para mahasiswa yang mendampingi. Nasib 31 perempuan lansia di Panti Werdha Mojopahit memang tak seberuntung kaum ibu pada umumnya. Jangankan ucapan selamat hari ibu, bertemu anak dan suami saja nyaris tak pernah terjadi.
Mereka merupakan kaum ibu yang tak lagi mendapatkan uluran kasih sayang dari keluarganya. Tampaknya ibu-ibu lansia ini tetap tegar. Pada peringatan hari ibu kali ini, mereka sebagai sosok ibu justru membagi-bagikan bunga ke para pengguna jalan tepat di depan Panti Werdha Mojopahit.
Didampingi sejumlah mahasiswa magang dari salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan di Mojokerto, ibu-ibu yang sudah renta itu rela berpanas-panasan untuk sekedar membagi-bagikan bunga. Bagi mereka, kegiatan ini sebagai wujud ungkapan kasih sayang kepada keluarga yang telah lama tak tersalurkan.
"Seumur hidup saya endak pernah mendapat ucapan selamat hari ibu. Suami saya sudah meninggal, anak saya satu-satunya juga meninggal sejak usia 6 bulan," kata Sriyani (60), salah seorang lansia penghuni Panti Werdha Mojopahit.
Sebagai seorang ibu, Sriyani memimpikan mendapat ucapan selamat hari ibu. Tak sekedar kalimat itu, perempuan asal Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo ini juga mendambakan kasih sayang dari seorang anak.
"Saya ingin sekali mendapat ucapan selamat hari ibu. Baru hari ini, yang memberi ucapan hanya anak-anak mahasiswa ini," ujar Sriyani sembari tertawa lepas.
Impian Sriyani ini juga dirasakan 30 perempuan lansia lainnya yang tinggal di Panti Werdha Mojopahit. Namun, kali ini impian mereka sedikit menjadi kenyataan.
Rasa lelah usai membagi-bagikan bunga terbayar saat kaki mereka dibasuh oleh para mahasiswa yang mendampingi. Sembari duduk santai di kursi, puluhan ibu lansia itu tak mampu membendung air mata saat kedua kaki mereka dibersihkan dengan seember air putih oleh para mahasiswa.
Suasana haru pun mewarnai peringatan hari ibu yang digelar sangat sederhana ini. Beberapa perempuan lansia itu hanya bisa menangis memeluk mahasiswa yang begitu peduli dengan nasib mereka.
"Acara bagi-bagi bunga ini untuk mengingatkan masyarakat agar mengenang jasa-jasa ibu. Karena ibu adalah sosok yang membuat kita semua menjadi seperti sekarang ini," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Hariyono yang turut hadir dalam acara tersebut.
Begitu pula aksi mencuci kaki ibu-ibu lansia yang dilakukan para mahasiswa. Menurut dia, perempuan renta yang tinggal di Panti Werdha Mojopahit ini merupakan sosok ibu yang kurang beruntung. Pihaknya berharap, para mahasiswa dan masyarakat luas berkaca ke nasib para lansia itu agar tak sampai menelantarkan ibunya.
"Ibu-ibu lansia di sini merupakan ibu yang terlantar. Mereka mendapatkan penolakan dari keluarganya. Selama ibu kita masih ada maupun sudah meninggal, mari kita mulyakan. Jangan pernah melupakan jasa mereka," tandasnya. (fat/fat)











































