Oknum Guru SD Bondowoso Terjaring Razia di Hotel

Oknum Guru SD Bondowoso Terjaring Razia di Hotel

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 21 Des 2015 15:28 WIB
Oknum Guru SD Bondowoso Terjaring Razia di Hotel
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Perilaku guru yang satu ini benar-benar tak patut digugu dan ditiru. Memanfaatkan hari libur sekolah, oknum guru SD di Bondowoso ini malah check in di sebuah kamar hotel di Situbondo, Senin (21/12/2015). Tidak sendirian, pria 46 tahun juga mengajak seorang janda tetangga desanya. Namun tak begitu lama berada dalam kamar, keduanya sudah terjaring razia petugas Satpol PP.

Upaya berkelit pun dilakukan sang oknum guru, saat petugas berusaha menggelandangnya menuju kantor Satpol PP Situbondo. Apalagi kalau bukan ingin dibebaskan. Oknum guru berinisial MR itu berdalih ceck in ke kamar hotel, karena mendadak sakit gigi saat perjalanan dari Banyuwangi bersama si janda berinisial HY.

"Saya sama dia kerja sama bisnis.  Kami baru saja dari Banyuwangi untuk cari syarat penglaris. Tiba-tiba di jalan saya sakit gigi sampai gak bisa nyetir lagi. Makanya saya sewa kamar. Tapi kami tidak melakukan apa-apa," tandas MR kepada petugas Satpol PP.

Meski begitu, petugas Satpol PP Situbondo enggan menggubrisnya. Apalagi saat ditanya surat tanda bukti nikah, keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala. Petugas pun langsung membawanya ke kantor Satpol PP untuk didata dan dibina. Tak hanya oknum guru saja. Dalam operasi pekat di siang bolong itu, aparat Satpol PP juga menjaring 5 pasangan mesum lainnya. Mereka berasal dari Situbondo dan Bondowoso.

"Semuanya ada 6 pasangan yang berhasil kami amankan dari 3 hotel di Situbondo. Rinciannya dari hotel Wisata Indah 4 pasang, Hotel Sarworini 1 pasang, dan 1 pasang lagi dari hotel Surabaya," tandas Kepala Satpol PP Situbondo, Agung Wintoro.

Menurut Agung, setelah didata dan dibina, semua pasangan mesum juga diminta menuliskan surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika melanggar, mereka sanggup untuk diberi sanksi sesuai dengan aturan yang ada. Berikutnya, mereka akan dipulangkan melalui perangkat desanya masing-masing.

"Operasi Pekat ini juga dalam rangka menyambut datangnya perayaan Hari Natal dan Tahun Baru," pungkas Agung Wintoro.


(fat/fat)
Berita Terkait