Saat ini Pemkot Surabaya secara bertahap telah melakukan pembongkaran penutup fasad yang bertahun-tahun telah mengubur wajah asli bangunan cagar budaya itu. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Agus Sonhaji mengatakan setelah pembongkaran itu akan dilakjutkan dengan restorasi bangunan fisik.
Penataan wajah Kawasan Tunjungan dipastikan akan lebih iconic dibanding kawasan wisata kota tua yang dimiliki kota lain. Secara bertahap juga mengikuti restorasi fasad, Pemkot Surabaya akan mendorong beberapa stakeholder terkait pembuatan fasilitas parkir kendaraan yang bisa membuat warga nyaman bila jalan-jalan ke Tunjungan.
Bahkan, Pemkot Surabaya memberi iming-iming kemudahan perizinan bagi pengusaha yang tertarik mengambil peluang dengan membangun area parkir di kawasan Tunjungan.
"Nantinya, pihak yang tertarik untuk pembuatan fasilitas parkir akan diberikan kemudahan dalam pengurusan IMB," kata Agus.
Pemkot Surabaya, kata Agus, sebenarnya telah menyiapkan beberapa fasilitas untuk parkir kendaraan bagi pengnujung di Tunjungan. Diantaranya di gedung eks Siola yang sekarang telah disulap menjadi museum serta kantor sejumlah dinas serta area parkir di Pasar Tunjungan.
Informasi yang dihimpun detikcom, kawasan Tunjungan ini merupakan salah satu rute yang akan dilewati moda transportasi trem yang akan sediakan PT KAI dan Kementerian Perhubungan serta Pemkot Surabaya. Pemkot juga sudah menyiapkan strategi untuk membuat Tunjungan hidup setelah adanya pengembalian wajah bangunan bersejarah di kawasan itu.
(ugik/ugik)











































