Sebelum melakukan sidak, Sabilul menyempatkan salat Jumat di Lapas dan memberikan ceramah kepada jamaah, yang sebagian besar adalah Napi.
Dalam melakukan sidak, Sabilul mendatangi tiap ruang tahanan. Bahkan, dia menyempatkan melakukan obrolan dengan para napi dan tahanan.
"Kita ngobrol dengan mereka (napi dan tahanan) sekaligus menanyakan apa saja keluhannya selama di Lapas. Pendekatan semacam ini cukup diperlukan, untuk mendeteksi secara dini setiap persoalan. Sehingga masalah kecil dapat diselesaikan sebelum menjadi persoalan besar," ungkap Sabilul.
Sabilul menambahkan, bahwa pihaknya selama ini selalu melakukan patroli di Lapas setiap saat. "Bahkan kita juga setiap saat melakukan rapat dengan petugas Lapas. Mereka juga sudah menyimpan nomor Hp saya dan Kasat-kasat di Polres Jember. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu, petugas Lapas langsung menghubungi kita," tegas Sabilul.
Sementara itu Humas Lapas Jember, Alip, mengatakan bahwa meski terjadi tawuran di Lapas Gerobokan, namun Lapas Jember kondusif. "Penghuni Lapas Jember semua 564 orang. Kondisinya kondusif," ungkap Alip kepada sejumlah wartawan. (bdh/bdh)











































