Menurunya, pemprov Jatim telah mengucurkan dana sebesar Rp 100 Miliiar untuk disiapkan sebagai keperluan logistik dan bantuan kemanusiaan jika ada korban bencana erupsi.
"Saya meminta kepada kepada warga maupun pengunjung, untuk mematuhi imbauan yang ditentukan pemerintah, dan menjauh dari radius 2,5 Km dari kawah. Demi keselamatan bersama," kata Gus Ipul saat ditemui di lokasi.
Selain meninjau lokasi, Gus Ipul juga meninjau SDN 1 Kecamatan Sukapura yang terdampak abu vulkanik Bromo. Kedatangan Gus Ipul disambut meriah guru dan ratusan siswa.
Gus Ipul meminta kepada murid dan guru tetap semangat melaksanakan belajar, jangan takut erupsi Bromo, karena tidak akan terjadi apa-apa. "Tidak ada yang perlu dilakuti, silahkan melaksanakan aktivitas seperti bisanya. Hanya saja bagi warga dan pengunjung mengikuti imbauan yang ada. Harus radius 3 Km dari kawah Bromo," tambahnya.
Sementara pos pantau di Cemoro Lawang, saat ini aktivitas Bromo gempa tremor mencapai 3 mendatar 25 Km. Dengan semburan asap kelabu pekat ke arah barat dengan ketinggian 600 meter atau 2.292 dari permukaan laut.
Sedangkan dari data BPBD Kabupaten Probolinggo, sesuai rencana kontijensi terdapat 3 kawasan rawan bencana erupsoi Bromo. Kawasan pertama di radius 5 Km dengan jumlah penduduk 3.705 jiwa, dan 1.276 unit rumah. Kawasan rawan ke 2 di radius 10 Km terdapat 12.021 jiwa, dan 3.193 unit rumah, sementara di kawasan rawan ke 3 terdapat 23.888 jiwa, dan 6.723 unit rumah.
(fat/fat)










































