Beberapa peserta test urine ini sebelumnya memang telah menjadi sasaran target operasi (TO), namun sebagian peserta juga dipilih dilakukan secara acak.
"Kita bicara narkoba tapi yang ditekan penghuni lapas ternyata yang jadi gembong malah petugasnya, kita kan yang malu Petugas dan napi yang di test urine, tapi lebih banyak kita tekankan ke petugas," kata Kepala Lapas II B-Banyuwangi, Marlik Subiyanto saat berbincang dengan detikcom di lapangan serbaguna LP Banyuwangi, Jumat (18/12/2015).
Hasil dari test urine ini, kata Marlik, akan dibuka secara umum agar masyarakat dan satuan kerja lintas sektoral bisa ikut mengawasi dengan seksama. Pihaknya juga tidak segan memberikan sanksi tegas berupa rekomendasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.
"Hari ini kita umumkan hasil test urinenya, kita welcome, open, supaya bisa saling mengawasi. Kalau test urine ini ada pegawai kita yang positif kami akan pecat," tandas Marlik.
(fat/fat)











































