Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 500 personil dari Kepolisian Resor (Polres) Jember, 100 personil dari Polda Jatim dan sebanyak 200 personil akan diberangkatkan dari setiap kecamatan se Kabupaten Jember.
"Personil kami akan mengamankan mulai pemberangkatan dari Kantor KPU Jember untuk membawa seluruh Komisioner KPU, karyawan KPU yang akan bertugas dan juga para saksi masing – masing pasangan calon," ujar Sabilul.
Selain itu, pihaknya juga akan menginstruksikan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) untuk mengawal anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Jember. Dimana mereka akan berangkat dari kecamatan ke lokasi rekapitulasi suara.
"Kami menginginkan Pilkada ini damai, aman dan kondusif. Sehingga, pengamanan ekstra dalam tahapan Pilkada ini mutlak dilakukan," tegas Sabilul.
Dia menambahkan, pengamanan yang akan dibentuk nantinya sebanyak empat lapisan. Personil kepolisian nanti akan ditempatkan di empat titik masing – masing pos penjagaan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan eksternal yang bisa menghambat jalannya tahapan rekapitulasi hasil Pilkada 2015 ini.
Ketika ditanya apakah ada informasi mengenai pengerahan massa oleh pasangan calon, pihaknya memastikan itu nihil terjadi.
"Sampai saat ini, kondisi kondusif dan tidak ada informasi pengerahan massa baik dari paslon nomor urut 1 maupun paslon nomor urut 2," jelas Mantan Kapolres Bondowoso tersebut.
Pilkada Jember melibatkan dua kandidat paslon, yakni Sugiarto – Dwi Koryanto sebagai paslon nomor urut 1 dan Faida – Abdul Muqit Arief sebagai paslon nomor urut 2.
Berdasarkan data hasil rekapitulasi tingkat kecamatan yang telah diunggah secara online di https://pilkada2015.kpu.go.id/jemberkab , Faida – Abdul Muqit Arief menang dengan 53,76 persen suara, sedangkan Sugiarto – Dwi Koryanto mendapatkan suara sebanyak 46,24 persen. (bdh/bdh)










































