Kasus Penyiraman Air Keras Hingga Korban Tewas Direkonstruksi

Kasus Penyiraman Air Keras Hingga Korban Tewas Direkonstruksi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 16 Des 2015 17:31 WIB
Kasus Penyiraman Air Keras Hingga Korban Tewas Direkonstruksi
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Kasus penyiraman air keras yang membuat korbannya, Sujimah, tewas direkonstruksi. Kecuali tersangka, Djujuk Heru, semua pemeran rekonstruksi digantikan oleh pemeran pengganti.

Ada enam lokasi yang menjadi lokasi rekonstruksi yakni toko zat kimia, rumah tersangka, Terminal Manukan, Jalan Sambikerep, Jalan Bungkal, dan Jalan Bungkal, dan Jalan Sawo. Namun tidak semuanya digelar di lokasi sebenarnya.

Dari pengamatan detikcom, Rabu (16/12/2015), adegan pertama adalah pembelian air keras yang dilakukan Heru di sebuah toko kimia di Jalan Tidar. Adegan ini dilakukan di toko alat tulis di depan Polsek Lakarsantri. Heru kemudian menyimpan air keras itu di rumahnya.

Adegan kemudian berlanjut saat Heru membawa air keras menuju Terminal Manukan. Di sana Heru lalu menelepon Mustakim, tukang ojek. Mereka berdua kemudian berboncengan menuju ke Jalan Manukan Tengah tepatnya di Salon Mey-Mey. Mereka kemudian menunggu, mengawasi, dan mengamati Sujimah.

Saat Sujimah keluar salon berboncengan dengan Handoyo alias Doyok, mereka mengikutinya. Sesampai di Jalan Sambikerep tepatnya di depan Musala Baitul Mukmin, Mustakim mendahului motor Handoyo lalu Heru yang dibonceng menyiramkan air keras lalu kabur. Tetapi siraman itu hanya mengenai tangan Sujimah.

Rekonstruksi lalu berlanjut ke adegan 9-15. Sujimah yang penasaran kemudian menyuruh Handoyo mengejar orang yang menyiramnya dengan air keras. Dia penasaran siapa yang tega berbuat itu. Pengejaran itu berhasil. Namun setelah dua motor itu berdampingan, justru Sujimah terkena siram air keras lagi.

Kali ini air keras mengenai wajahnya yang membuat motor Handoyo terjatuh. Mustakim dan Heru lalu kabur ke Jalan Ngemplak lalu membuang botol bekas air keras miliknya.

"Sebenarnya adegan rekonstruksi ada 22 adegan, ternyata adegannya hanya sampai 15 adegan saja. Semuanya sesuai dengan BAP," ujar Kapolsek Lakarsantri Kompol Slamet Sugiarto. (fat/iwd)
Berita Terkait