Hujan Abu Vulkanik Landa Warga Tengger

Hujan Abu Vulkanik Landa Warga Tengger

M Rofiq - detikNews
Rabu, 16 Des 2015 13:24 WIB
Hujan Abu Vulkanik Landa Warga Tengger
Foto: Budi Sugiharto
Probolinggo - Selama tiga hari erupsi Gunung Bromo menunjukkan peningkatan drastis. Hingga Rabu (16/12/2015) pagi, gempa tremor kisaran 4 mendatar 35 milimeter, dominan 12 cm. Padahal tiga hari sebelumnya, amplitudo maksimal hanya 28 milimeter dominan 9 milimeter.

Sementara semburan material vulkanik kelabu kecoklatan tebal bertekanan kuat. Sehari sebelumnya mengarah ke arah barat barat daya atau wilayah Malang-Pasuruan, kini asap memutar-mutar di atas hujani pemukiman warga di 3 desa. Yakni, Desa Ngadisari, Desa Jetak dan paling parah di Desa Ngadirejo. Asap cenderung ke wilayah selatan tenggara atau daerah Lumajang.

Salah satu warga Desa Jetak, Sukibu, erupsi Gunung Bromo, sudah biasa dirasakan. Pasalnya, hampir 5 tahun sekali aktivitas Gunung Bromo naik. Hanya saja hujan abu kalau sangat besar warga mengatasi dengan memakai masker saja.

"Warga desa sudah terbiasa dengan erupsi Bromo hampir setiap 5 tahun sekali, kalau debu agak deras warga hanya memakai masker," jelas Sukibu.

Sementara Wiwin, warga Desa Ngadirejo mengaku tidak takut meski Bromo mengalami erupsi. Meski hujan abu, warga tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

"Warga tetap di rumah, tidak ngungsi. Kondisi ini pernah lebih parah tahun 2010. Warga tidak takut, " jelas Wiwin.

Hasil pengamatan dari petugas pusat vulkanologi metigasi dan bencana  geologi Gunung Bromo, di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, merekam semburan ketinggian material vulkanik mencapai 1.250 meter dari bibir kawah atau 3.579 meter di atas permukaan laut membubung, disertai material abu dengan intensitas lebih tebal. (fat/fat)
Berita Terkait