Asap pekat terus keluar dari dalam kawah Gunung Bromo, dengan ketinggian mencapai 1.500 meter dari bibir kawah, mengarah ke barat laut atau sekitar Kabupaten Pasuruan.
Semburan asap yang kian menjadi merambat jauh hingga 10 kilometer. Setidaknya terdapat 5 desa terdekat kawah di Kabupaten Probolinggo, yang menjadi sasaran abu vulkanik. 5 Desa tersebut meliputi Ngadisari, Jetak, Ngadas, Ngadirejo dan Wonokerto.
Pada Senin malam hingga Selasa dini hari, sempat terdengar suara gemuruh dari dalam magma. Namun, suara yang terdengar sangat lemah.
Sementara itu gempa tremor menerus yang terekam Seismograph, pos pantau Gunung Bromo, di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, dikisaran 4 sampai 28 milimeter, dominan 8 milimeter.
Menurut Kepala pos pantau Gunung Bromo, Ahmad Subhan, aktivitas tremor masih fluktuatif dan menunjukkan kenaikan.
"Perlu diketahui pengunjung maupun warga agar tidak mendekat ke sekitar lautan pasir atau mendekat kawah. Pasalnya, gas beracun yang keluar bisa sewaktu-waktu mengancam," tutur Subhan.
Kondisi Gunung Bromo yang terus mengalami peningkatan ini, petugas merekomendasikan kepada warga maupun pengunjung, dengan jarak aman masih diradius 2.5 Km-3 Km dan lautan pasir harus steril dari manusia. (fat/fat)










































