"Tidak apa-apa di sini, semua normal. Jangan buat takut wisatawan untuk datang kemari," kata mantan Kepala Desa Ngadisari, Supoyo yang kini jadi anggota DPRD Kabupaten Lumajang kepada detikcom dikawasan Cemoro Lawang, Wisata Gunung Bromo, Selasa (15/12/2015).
Dia juga meminta kepada media agar tidak terlalu membesar-besarkan pemberitaan Gunung Bromo. Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah daerah Malang dan Pasuruan.
"Silahkan kesana (Malang dan Pasuruan) yang saat ini sedang terkena hujan abu. Jangan membuat berita yang menakut nakuti," ungkapnya.
Hal senada ditegaskan Gito warga Desa Wonotoro, Sukapura. Kata dia, warga Ngadisari, Sukapura saat ini Gunung Bromo damai dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Dia juga menegaskan tidak ada yang mengungsi. "Ngadisari itu tidak ada apa-apa. Tidak ada hujan abu. Warga sudah terbiasa dengan letusan Gunung Bromo beberapa kali," tegasnya kepada detikcom di kawasan Cemoro Lawang.
Pantauan detikcom, tampak wisatawan asing masih terlihat santai menikmati Gunung Bromo yang terus mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian 1.500 meter arah Barat Daya.
Sementara PVMBG terus memantau perkembangan erupsi gunung dengan ketinggian 2.329 meter diatas permukaan laut ini dengan mengimbau warga agar mematuhi jarak aman 2,5 Km dari bibir kawah serta warga yang terdampak abu vulkanik untuk menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. (ze/fat)











































