Perjuangan Guru Suat Selamatkan Nyawa 4 Murid yang Tewas Tenggelam

Perjuangan Guru Suat Selamatkan Nyawa 4 Murid yang Tewas Tenggelam

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 14 Des 2015 17:21 WIB
Perjuangan Guru Suat Selamatkan Nyawa 4 Murid yang Tewas Tenggelam
Foto: Enggran Eko Budianto/File
Jombang - Beberapa guru SDN Sukorejo 1 berurusan dengan polisi pasca tewasnya 4 murid akibat tenggelam di kubangan bekas tambang pasir dan batu (sirtu). Namun, di balik indikasi kelalaian itu, salah seorang guru, Suat Budi Santoso rela mempertaruhkan nyawa menyelamatkan empat muridnya.

Suat mengatakan, kegiatan jalan sehat untuk mengisi waktu luang pasca ujian akhir semester ganjil itu diikuti 59 murid kelas IV, V, dan VI. Sebagai guru kelas VI, Suat mendampingi muridnya bersama 2 guru lainnya ke lahan bekas tambang sirtu di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak. Yakni guru olah raga, Wiwik Kamaindrawati dan guru kelas V, Rohmanu Roqim.

Teriakan minta tolong dari murid kelas IV membuat acara jalan sehat Sabtu (12/12) pagi itu berubah menjadi petaka. 4 murid perempuan, Eva Trianggraini (10), Fatikhatul Khusna Aprilia (10), Anggik Arianti (10), dan Devi Anugrah Cahyani (11) tenggelam di kubangan air.

"Saya langsung lari ke lokasi, 2 guru sudah mencari di dalam kubangan. Tapi endak ketemu. Kebetulan 2 guru endak bisa berenang. Saya lepas kaos langsung menyelam ke dalam kubangan itu," kata Suat kepada wartawan, Senin (14/12/2015).

Kedalaman kubangan yang mencapai 2 meter membuat Suat kesulitan menemukan tubuh para korban. Tak patah arang, guru yang sudah 4 tahun mengajar di SDN Sukorejo 1 ini berulang kali menyelam ke dasar kubangan untuk menemukan tubuh keempat anak didiknya.

Hasilnya, satu per satu tubuh gadis kelas IV SD itu berhasil ditemukan. "Lokasinya di dasar kubangan dengan kedalaman sekitar 2 meter. Satu per satu saya bawa naik, saya serahkan ke teman (guru) yang menunggu di atas," ujarnya.

Sayangnya, Suat tak tahu persis bagaimana 4 korban bisa tenggelam. Menurut dia, saat kejadian guru Rohmanu Roqim dan Wiwik sedang merawat salah seorang murid yang sedang sakit tak jauh dari kubangan tempat korban tenggelam. Sehingga praktis tak ada seorang pun yang mengawasi keempat korban.

"Para korban itu dalam pengawasan guru yang dua itu (Roqim dan Wiwik). Kan waktu itu anak kelas IV sedang makan di bawah pohon. Ada beberapa anak termasuk korban turun ke lokasi kubangan. Padahal sudah diingatkan tetap saja turun," cetusnya.

Namun usaha Suat menyelamatkan nyawa anak didiknya tak berbuah manis. Meski sempat diberikan pertolongan pertama, keempat murid kelas IV SDN Sukorejo 1 itu sudah tak bernyawa saat dievakuasi ke RSUD Jombang.

Tak hanya keluarga korban, Suat merasa terpukul atas tewasnya 4 anak didiknya itu. Kini dia hanya bisa pasrah jika mempertanggungjawabkan kelalaiannya. Namun, dia menilai tragedi ini sebuah musibah. Pihaknya berharap keluarga korban tak menuntut ke proses hukum.

"Kalau pihak keluarga ingin meneruskan (ke proses hukum) ya silakan. Saya pasrah saja kalau diproses hukum, saya kan juga enggak mungkin mencelakai anak," pungkasnya.

4 Murid kelas IV SDN Sukorejo 1 tewas tenggelam di kubangan air bekas tambang sirtu di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Jombang, Sabtu (12/12). Saat itu, para korban mengikuti kegiatan jalan sehat yang diadakan sekolah. Polisi menyelidiki kasus ini sebab ada indikasi kelalaian dari pihak sekolah yang nekat mengajak jalan sehat ke lokasi berbahaya. (fat/fat)
Berita Terkait