Aksi Anarkis di Tambang Emas Banyuwangi dapat Perhatian Komnas HAM

Aksi Anarkis di Tambang Emas Banyuwangi dapat Perhatian Komnas HAM

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 11 Des 2015 17:02 WIB
Aksi Anarkis di Tambang Emas Banyuwangi dapat Perhatian Komnas HAM
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Aksi rusuh berbuntut pengerusakan dan pembakaran infrastruktur tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi, milik PT Bumi Suksesindo (BSI), Rabu (25/11) lalu, membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) datang ke Banyuwangi. Mereka melakukan penyelidikan latar belakang aksi rusuh itu.

"Kami datang ke Banyuwangi di Tumpang Pitu menyelidiki kasus ini. Kami ingin mendalami dan bertemu dengan beberapa orang terkait kasus ini. Sudah kita lakukan," ujar Siane Indiani, Wakil Ketua Eksternal Komnas Ham kepada detikcom, Jumat (11/12/2015).

Menurutnya, aksi rusuh massa yang menolak tambang emas di Tumpang Pitu Banyuwangi dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang memiliki berbagai kepentingan. Massa yang marah terprovokasi oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan di PT BSI untuk merusak dan membakar infrastruktur tambang emas ini.

"Penolakan tambang emas karena faktor ekonomi dan lingkungan di manfaatkan oknum-oknum yang punya kepentingan. Massa yang marah di provokasi oleh oknum-oknum itu. Mulai dari politik, ekonomi dan saham," tambahnya.

Menurutnya, permasalahan di tambang emas Tumpang Pitu harus segera diselesaikan. Sebab jika tidak, kerusuhan ini akan terus berlangsung. Komnas Ham juga menyayangkan adanya aksi anarkisme massa tersebut.

Selain itu, pihaknya minta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap pelaku aksi anarkis yang ditangkap.

"Ini bisa menjadi Freeport kedua. Kami harap semua stop. Kasihan masyarakat," pungkasnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait