Fathoni tiba-tiba saja terjatuh saat menyampaikan sambutan sumpah dan janji sebelum membuka TPS 15. Tentu saja terjatuhnya Fathoni membuat kaget rekan-rekannya yang bertugas.
"Saat memberikan sambutan kurang lebih selama 3 menit, nafas Pak Fathoni tersengal-sengal lalu jatuh," ujar M. Nazik, salah seorang petugas TPS 15, Rabu (9/12/2015).
Nazik mengatakan, setelah terjatuh, Fathoni sempat diberi bantuan oksigen dan dibawa ke puskesmas terdekat. Namun dalam perjalanan ke puskesmas, nyawa Fathoni tak tertolong.
Dhikro, istri Fathoni langsung datang ke lokasi saat dikabari jika suaminya telah meninggal. Lokasi rumah Fathoni memang tak jauh dari TPS 15. Dhikro tampak tabah dan tegar meski harus menghadapi kenyataan seperti itu.
Dhikro menduga jika suaminya terlalu kelelahan mempersiapkan TPS pilkada Gresik ini. Karena sebelumnya pria 55 tahun ini tidak menderita sakit apa-apa
"Suami saya memang kurang tidur sejak kemarin untuk mempersiapkan TPS. Mungkin suami saya terlalu kelelahan," ujar Dhikro.
Jenazah Fathoni dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Fathoni meninggalkan seorang istri dan 4 anak. (iwd/fat)











































