Hal itu disampaikan Soekarwo kepada wartawan usai mencoblos bersama keluarganya di TPS 19, Jalan Kertajaya Indah Timur, Mulyorejo, Surabaya, Rabu (9/12/2015).
"Semoga partisipasi di Jawa Tinggi di atas 60 persen," kata Soekarwo.
Soekarwo memang optimis partisipasi pemilih di atas 60 persen. Namun, ada kendala peraturan dari KPU terhadap pasangan calon yang perlu dievaluasi. Seperti, sosialisasi paslon ke pemilih dibatasi.
"Dari segi penghematan terhadap calon bagus. Tapi segi partisipasi terhadap informasi belum meluas. Jadi ini menjadi catatan," tuturnya.
"Mungkin menjadi evaluasi oleh undang-undang, KPU," terangnya.
Terkait situasi keamanan pilkada serentak di Jatim, Soekarwo mengatakan, komunikasi dengan kapolda, pangdam hingga pukul 23.00 wib, masih aman dan kondusif.
"Keamanan masih terkendali. Cuma satu saja pengendaliannya agak lebih di Mojokerto," tandasnya sambil menambahkan, ada dua lagi yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari petugas keamanan.
"Ada Lumajang dan Jember. Tapi tidak ada kaitannya dengan politik. Itu pasir," tandasnya. (roi/bdh)











































