Pertemuan membahas isu-isu terkini pun digelar di kediaman Ketua KPPI Kota Malang Ya'qud Ananda Qudban Jalan Ijen, Selasa (8/12/2015) pagi.
Consulate General USA di Surabaya, Heather Variava, mengatakan, perempuan masih memiliki peran penting dalam segala bidang, politik, ekonomi dan menciptakan lapangan usaha. "Kami suport, apa yang sudah dilakukan KPPI. Jalinan kerjasama ini harus tetap berjalan," kata Heather disela pertemuan dengan KPPI.
Bagi Heather, pemerintahnya masih memberikan banyak peluang dan mendorong enterpreenur perempuan muda untuk mengembangkan usahanya.
"Dulu ada program marketing corner dan kini masih berjalan. Upaya memberikan pelatihan terus dilakukan serta bagaimana cara implementasi perempuan di segala bidang," terangnya.
Ditambahkan, kehadirannya bertatap langsung KPPI dan para aktivis perempuan agar bisa mendengar langsung serta mengatasi segala permasalahan yang dihadapi. "Besok Pilkada serentak, perempuan masuk politik pastinya memiliki tujuan merubah keadaan," ucap Heather.
Ketua KPPI Kota Malang Ya'qud Ananda Qudban menyampaikan, KPPI merupakan organisasi tempat berkumpulnya para aktivis perempuan untuk memberikan advokasi di berbagai bidang, seperti unit usaha, kekerasan kepada perempuan, dan menangkap segala persoalan sosial, politik di masyarakat.
"Baru-baru lalu, kami mengadvokasi korban kekerasan seksual. Selain itu, pendampingan kepada warga binaan di Lapas Wanita Sukun," urai Nanda.
Bagi dia, kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat telah berjalan kurang lebih lima tahun terakhir, sudah banyak menyelesaikan beberapa permasalahan yang tengah dihadapi.
Dia mencontohkan, kemudahan para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan produk usahanya. "Melalui marketing corner, dan pelatihan-pelatihan bisa menjawab tantangan maupun persaingan bisnis," sebut dia. Bagi KPPI, lanjut dia, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Khususnya menyangkut kaum perempuan dalam menghadapi tantangan global.
"Maka itu, kerjasama ini akan sangat penting. Bagaimana menjaga posisi dan peran perempuan," tegas Nanda, yang pernah diundang Hillary Clinton sebagai wakil perempuan Indonesia ini (bdh/bdh)











































