Hal itu diungkapkan Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Surabaya, Bambang S, saat koordinasi kesiapsiagaan Gunung Bromo, di Hotel Valava Kota Probolinggo.
"Rilis terbaru hari ini dari PVMBG, bahwa dari kawah Bromo ada luncuran material abu ketinggian sampai 300 meter. Kalau ketinggian material terus bertambah, maka penerbangan akan dialihkan," kata Bambang, Selasa (8/12/2015) sore.
Bambang mengaku sejak aktivitas Bromo masuk siaga, sejumlah bandara di Jawa Timur, utamanya Bandara Juanda-Surabaya Bandara Abdul Rachman Saleh-Malang, Bandara Noto Adi Negoro-Jember dan Bandara Truno Joyo-Madura, akan dilakukan pengalihan.
"Namun, saat ini masih beroperasional normal. Angin di bulan Desember masih berubah-ubah. Pantauan hari kemarin, mayoritas angin dominannya mengarah dari utara ke selatan sampai dengan ke barat daya. Sehingga Itu menjauhkan dari abu vulkanik dari Bandara yang ada," aku Bambang.
Namun, kata Bambang, angin mengarah cenderung ke arah barat. Artinya menuju ke arah barat yakni ke Malang, itu berpotensi mengancam. Namun, sampai hari ini hingga pukul 12.00 WIB siang tadi, satelit Himawari memantau adanya pergerakan abu vulkanik. (fat/fat)










































