Hal itu dikatakan Kapolsek Perak, AKP Mudjiono. Menurut dia, tepat seminggu setelah insiden pengeroyokan itu terjadi, Jumat (4/12), ibu korban Chaida (59) membuat surat pernyataan mencabut laporan.
"Ibu korban sudah membuat surat pernyataan yang intinya damai dan mencabut laporan, kami tindak lanjuti, yang jelas sudah damai," kata Mudjiono dihubungi detikcom, Selasa (8/12/2015).
Hanya saja, lanjut Mudjiono, surat pernyataan itu dibuat Chaida di Surabaya. Pasalnya, sebagai pelapor, ibu 11 anak itu dalam kondisi sakit. Sehingga kehadiran Chaida diwakili 2 anak tertuanya yang berdomisili di Jombang.
Dalam surat pernyataan yang ditulis tangan itu, pada poin pertama Chaida menyatakan mencabut laporannya yang teregister di Polsek Perak No B/33/XI/2015/Reskrim. Disusul kemudian pernyataan istri Muhammad Elyasin itu yang tak akan menuntut secara hukum perkara ini di kemudian hari.
"Pertimbangannya mengingat sama-sama warga dan teman akrab satu kampung, juga keluarga besar Gadingmangu. Jadi tidak akan ada lagi yang menggugat di kemudian hari," ujar Mudjiono.
Adanya upaya damai ini, menurut Mudjiono, para pelaku perusakan rumah dan pengeroyokan bek Persis Solo mengganti segala kerugian yang dialami korban. Baik berupa biaya pengobatan maupun kerugian akibat rusaknya 3 rumah dan bengkel keluarga Sandy di Desa Gadingmangu.
"Biaya kerusakan dan pengobatan diganti masyarakat dijembatani oleh Kades Gadingmangu. Soal nilainya berapa kami tidak tahu, kami tidak masuk terlalu dalam," ungkapnya.
Sayangnya, meski sudah ada pernyataan tertulis bahwa korban mencabut laporannya, Polsek Perak tak kunjung membuat surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Mudjiono berdalih masih sibuk.
"Berkas penyidikan rencana akan kami SP3. Sudah ada petunjuk via telepon dari Kapolres, namun kami masih repot," dalihnya.
Mudjiono menambahkan, 11 hari pasca insiden pengeroyokan dan perusakan rumah bek Persis Solo, situasi keamanan di Desa Gadingmangu mulai kondusif. "Kondisi keamanan kembali rukun dan kondusif, korban sementara masih di Surabaya. Mungkin untuk menenangkan diri," pungkasnya.
Sementara Sandy sampai sore ini belum bisa dikonfirmasi terkait kasus yang menimpanya. Bek Persis Solo dengan nomor punggung 77 itu tak merespon beberapa kali panggilan telepon dari detikcom. Begitu pula kakak tertunya, Rachmat Sugianto. Pesan singkat yang dikirim pun tak kunjung dijawab.
Bek Persis Solo, Qoiron Sandy Tyas dikeroyok tetangganya sendiri, Jumat (27/11) malam. Selain itu, para pelaku juga mengeroyok adik kandung korban, Alfian Elyas (19) dan Reza Eliandani (20).
Tak puas mengeroyok ketiga korban, warga yang anarkis juga merusak 3 rumah dan sebuah bengkel tambal ban milik keluarga Sandy. Sejumlah barang milik korban diduga dijarah oleh para pelaku. (fat/fat)











































