Survei LSI pada Pilkada Banyuwangi: Anas Menang 91,3 Persen Suara

Survei LSI pada Pilkada Banyuwangi: Anas Menang 91,3 Persen Suara

Putri Akmal - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 16:29 WIB
Survei LSI pada Pilkada Banyuwangi: Anas Menang 91,3 Persen Suara
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Hasil riset terbaru Citra Publik - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, publik yang mendukung pasangan cabup - cawabup Abdullah Azwar Anas - Yusuf Widyatmoko mencapai 91,3 persen suara dalam Pilkada Banyuwangi yang akan digelar 9 Desember 2015.

Sementara, pasangan Sumantri Sudomo dan Sigit Wahyuwidodo (Su-Si) meraup 2,1 persen suara. Sisa suara sekitar 6,6 persen belum menyatakan pilihan atau masih merahasiakan pilihannya.

Direktur Citra Publik-LSI Network Ade Mulyana, mengatakan pihaknya telah melakukan survei di beberapa kabupaten/kota untuk menyambut Pilkada, salah satunya di Kabupaten Banyuwangi. Survei di Banyuwangi dilakukan pada 26-30 November dengan total 880 responden di seluruh kecamatan dengan perbandingan karakteristik demografis dan geografis yang proporsional, seperti dari sisi usia, agama, suku, pendapatan, dan tempat tinggal.

Wawancara yang dilakukan pada responden dikerjakan secara tatap muka. Multistage random sampling dipilih sebagai metode survei dengan hasil tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 3,8 persen.

"Publik yang mendukung pasangan Abdullah Azwar Anas - Yusuf Widyatmoko mencapai 91,3 persen suara. Jadi hasil survei ini masih fresh, merepresentasikan preferensi terbaru masyarakat terhadap Pilkada Banyuwangi," kata Ade pada detikcom, Selasa (8/12/2015).

Jika dipilah sebaran suara pasangan Anas-Yusuf, kata Ade, dinilai merata pada semua segmen pemilih. Baik berdasarkan aspek demografis maupun geografis.

Berdasarkan kelompok umur, agama, suku, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lokasi tempat tinggal, hingga level pendapatan, Anas-Yusuf mendapat suara rata-rata minimal 90 persen.

Artinya, kelompok umur pemilih pemula sampai di atas 50 tahun, 90 persen ke Anas-Yusuf. Demikian pula jika pemilih dilihat berdasarkan agama, mulai dari pemilih Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Buddha, Konghucu, merata ke Anas-Yusuf. Begitu pula dari aspek suku, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, dan pendapatan mayoritas ke Anas-Yusuf," ujarnya.

Apa yang membuat tingkat kepercayaan masyarakat tercatat tinggi dalam survei ini? Ade membaca jika hasil tingginya capaian suara yang diperoleh Anas tidak terlepas dari kinerja kandidat incumbent tersebut pada masa pemerintahan 5 tahun lalu.

Pasalnya, dari hasil survei diketahui jika 92,3 persen masyarakat menyatakan sangat dan cukup puas atas kinerja Anas-Yusuf sebagai bupati dan wakil bupati dalam lima tahun terakhir.

"Meski begitu masih ada yang nyatakan tidak puas, yaitu sekitar 6 persen yang menyatakan kurang dan tidak puas," kata Ade.

Tak hanya tingkat kepuasan publik, tingkat popularitas paslon juga dinilai dalam survei ini. Pasangan Anas-Yusuf tercatat mencapai 99,3 persen dengan tingkat kesukaan 96 persen. Sementara pasangan calon Sumantri Sudomo dan Sigit Wahyuwidodo (Su-Si) berada pada tingkat di level 40 persen dan pengenalan sekitar 35 persen.

Lalu, apakah politik 'serangan fajar' masih berlaku di Banyuwangi? LSI mencatat satu hal menggembirakan dalam Pilkada Banyuwangi terkait kesadaran demokrasi warga. Ade menunjukkan dalam survei ditemukan fakta bahwa warga tidak menoleransi politik uang. Lebih dari 71 persen warga tidak bisa menerima dan tidak menganggap wajar atas praktik politik uang.

"Jadi kalau pun ada kandidat yang mencoba melakukan politik uang, tidak akan mempan. Lagipula, belum pernah ada dalam sejarah Pilkada di Indonesia, kandidat bisa menang hanya karena politik uang," tegas Ade. (ugik/ugik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini