Distribusi Logistik Pilkada di Jember Pakai Kuda

Distribusi Logistik Pilkada di Jember Pakai Kuda

Yakub Mulyono - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 15:15 WIB
Distribusi Logistik Pilkada di Jember Pakai Kuda
Foto: Yakub Mulyono
Jember - Pengiriman logistik dengan memakai kuda hampir tiap pilkada selalu dilakukan saat pilkada di Jember. Hal ini dilakukan KPU Jember untuk pendistribusian logistik ke daerah terpencil.

Distribusi dengan cara ini ditempuh oleh pelaksana pemilu, karena letak geografis TPS yang terpencil dan sulit dijangkau mobil ataupun motor.

"Di Jember ada tujuh TPS yang pendistribusian logistiknya memakai kuda, yakni enam TPS di Dusun Bandialit dan Dusun Sumbersalak Desa Andongrejo. Satu TPS lagi yaitu di Dusun Curahjambe Desa Curahtakir. Seluruh wilayah itu berada di Kecamatan Tempurejo," kata Divisi Perencanaan Anggaran dan Logistik KPU Jember, Dwi Endah Prasetyowati, Selasa (8/12/2015).

Endah memaparkan, pemakaian kuda dipilih karena medan untuk menjangkau wilayah tersebut tidak memungkinkan menggunakan kendaraan bermotor.

"Untuk enam TPS di Desa Andongrejo yakni TPS No 12 - No 17. Sedangkan satu TPS Desa Curahtakir yakni TPS No 28. Jalan menuju TPS tersebut harus menaiki lereng gunung dan lebarnya hanya setapak kaki. Sehingga kuda menjadi solusi utama distribusi logistik ke lokasi tersebut," terang Endah.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tempurejo, Ahmad Susanto menyebutkan, berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlah pemilih di enam TPS terpencil Desa Andongrejo itu sebanyak 1.102 pemilih.

"Sedangkan untuk satu TPS di Dusun Curahjambe Desa Curahtakir sebanyak 123 pemilih," kata pria yang akrab disapa Santo tersebut.

Dia menjelaskan, lokasi yang terpencil, medan yang sulit serta sudah mulai datangnya musim penghujan membuat pihaknya tidak mempunyai cara lain selain memakai kuda. Penyebabnya, selain memiliki tenaga lebih kuat dibandingkan motor saat tanjakan, kuda juga mempermudah pihaknya melalui jalan yang licin.

"Distribusi logistik ini merupakan tanggung jawab kami selaku pelaksana pemilihan. Walaupun lokasinya terpencil dan sulit dijangkau, namun kami tetap wajib melaksanakan tugas mendistribusikan logistik ini," jelasnya.

Sementara logistik pemilu yang dikirim meliputi kotak suara, bilik suara, alat pencoblosan, surat suara dan beberapa alat kelengkapan TPS lainnya.

Dari pantauan detikcom di lapangan, KPU Jember telah menyiapkan sebanyak 5 kuda di Desa Andongrejo untuk pendistribusian logistik tersebut. Kegiatan tersebut secara langsung mendapatkan pengamanan dari Polres Jember.

Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif yang turut hadir dalam pendistribusian tersebut menuturkan, TPS 17 di desa Andongrejo merupakan TPS terjauh di Kabupaten Jember. Sabilul menyebutkan, butuh waktu sekitar empat jam perjalanan untuk sampai ke lokasi.

"Kami berangkat dari Polres dan sampai di Kantor Desa Andongrejo membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Sedangkan untuk sampai ke TPS 17 masih menempuh waktu lebih dari 1,5 jam lagi," kata Sabilul.

Mantan Kapolres Bondowoso ini mengharapkan, Pilkada Jember ini bisa berjalan dengan baik, aman, dan kondusif. Pihaknya juga telah mengerahkan sebanyak 1.200 personel.

"Sejak Senin (7/12) kemarin, kami juga sudah melakukan pergeseran pasukan dari beberapa wilayah di luar Kabupaten Jember. Pasalnya, kami juga mendapatkan bantuan personel kepolisian dari Lumajang dan Probolinggo, masing-masing sebanyak 100 personel. Jika memang masih dibutuhkan, kami akan mendapatkan bantuan tambahan keamanan lagi dari Bondowoso," jelas Sabilul.

Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang menggelar pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Dua kandidat pasangan calon akan bertarung memperebutkan kursi bupati, yakni Sugiarto-Dwi Koryanto yang mendapatkan nomor urut 1 dan Faida-Abdul Muqit Arief yang mendapatkan nomor urut 2. (fat/fat)
Berita Terkait